Woow Polisi China dan Singapore Bongkar Sindikat Prostitusi Asal China, 201 Orang Ditangkap

157

NATUNATERKINI, SINGAPORE – Kepolisian Singapore dan China menggelar sebuah operasi gabungan untuk membongkar sindikat prostitusi para wanita asal China di Singapore.

Operasi gabungan membongkar sindikat prostitusi transnasional ini dilakukan oleh Kepolisian Singapore (SPF) dan Kementerian Keamanan Publik China (MPS) antara 22 Oktober dan 23 November 2018, kata polisi dalam sebuah pernyataan, Senin (3/12/2018).

Selama operasi, petugas dari SPF dan MPS mengoordinasikan penggerebekan serentak di 83 lokasi di Singapore dan beberapa tempat di China.

Sebanyak 173 wanita dan 12 pria berusia antara 19 dan 53 ditangkap di Singapore atas pelanggaran aturan perlindungan perempuan, lima wanita dan 11 pria berusia antara 21 dan 48 ditangkap di China.

Selain itu, kepolisian juga menyita hampir Sin$ 70.000 (sekitar Rp 735 juta) dalam bentuk uang tunai, laptop serta telepon genggam disita sebagai barang bukti di Singapore. Sementara di China, disita 420.000 yuan (sekitar Rp 850 juta) uang tunai disita di China.

Menurut kepolisian, seperti dilansir TribunBatam.id dari The Straits Times, penyelidikan awal mengungkapkan bahwa para pengelola sindikat di China mengoperasikan sebuah situs web yang mengiklankan layanan seksual wanita China di Singapore.

Sindikat itu diyakini telah mengatur agar para wanita asal China ini melakukan perjalanan ke Singapore untuk melakukan kegiatan prostitusi.

Mereka beroperasi, terutama di apartemen-apartemen pribadi dan flat-flat Housing Board di Singapore.

Polisi akan terus menekan dan mengambil tindakan keras terhadap kegiatan terlarang seperti itu, kata pihak berwenang.

Pemilik rumah diingatkan untuk melakukan pemeriksaan rutin pada penyewa mereka untuk mencegah kegiatan prostitusi wakil dari berkembang biak di kawasan perumahan, kata polisi.

Pemilik properti yang dengan sengaja menyewakan tempat mereka kepada siapa pun untuk kegiatan yang terkait, bisa dkituntut  dengan ancaman penjara tidak lebih dari tiga tahun atau denda tidak melebihi $ 3.000, atau keduanya.

Wakil Komisaris Polisi (Investigasi dan Intelijen) Florence Chua mengatakan operasi gabungan yang sukses adalah hasil dari kerja sama erat antara SPF dan MPS.

“Saya ingin mengucapkan terima kasih kepada MPS atas dukungan kuat dan tegas mereka, yang berperan dalam melumpuhkan sindikat ini,” katanya. Sumber : TribunBatam.

BAGIKAN