Wabah Demam Berdarah Kepri Meningkat Natuna Nihil

232

NATUNATERKINI.COM, NATUNA – Penyakit demam berdarah (DBD) merebak luas di sebagian wilayah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Tercatat sebanyak 257 orang terserang penyakit ini dengan 2 orang meninggal dunia sementara di Natuna Nihil.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna, Hikmat Aliansyah, Jumat (1/2/2019) Kepada Media di Natuna.

Meski penyakit yang ditularkan oleh nyamuk Aedes Aegypti ini belum merambah ke Natuna, Hikmad Aliansyah menghimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu menjaga lingkungan dan memberantas sarang nyamuk agar tidak mudah berkembang biak.

“Untuk wilayah Kepri yang belum terjangkit, dan mudah-mudahan tidak terjangkit adalah Kabupaten Natuna dan Anambas,” terangnya.

Untuk memberantas sarang nyamuk, dirinya menyarankan agar masyarakat selalu menguras bak mandi minimal seminggu sekali.

“Selain itu, hendaknya menutup semua tempat-tempat penampung air, mengubur barang-barang bekas yang tidak terpakai,” terangnya kembali.

Hikmat juga mengingatkan agar mengenakan kelambu serta lotion anti nyamuk saat anak berangkat ke sekolah.

“Segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan jika ada keluarga yang demam atau sakit,” tegasnya.

Untuk Kabupaten di Wilayah Kepri, Batam menempati peringkat teratas terjangkit penyakit DBD tercatat 89 kasus 1 orang meninggal dunia, menyusul Tanjungpinang 82 kasus 1 orang meninggal dunia.

“Sedangkan untuk Karimun 45 orang, Bintan 35 orang, Lingga 6 orang, Natuna dan Anambas Nihil,” papar Hikmat.

Meski di Kabupaten Natuna tidak ada terkena penyakit demam berdarah, Hikmat berharap masyarakat senantiasa menjaga serta memberantas sarang nyamuk mematikan tersebut.

Apa itu demam berdarah?

Demam berdarah dengue atau DBD adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus dengue yang dibawa oleh nyamuk.

Demam berdarah DBD dulu disebut penyakit “break-bone” karena kadang menyebabkan nyeri sendi dan otot di mana tulang terasa retak.

Penyakit demam berdarah yang ringan dapat menyebabkan demam tinggi, ruam, dan nyeri otot dan sendi.

Sedangkan penyakit demam berdarah yang parah, atau juga dikenal sebagai dengue hemorrhagic fever, dapat menyebabkan perdarahan serius, penurunan tekanan darah yang tiba-tiba drastis dan bahkan bisa berujung kematian.

Ada empat serotipe virus dengue (DENV) yaitu DENV-1, -2, -3, dan -4, dan infeksi dari virus tersebut menyebabkan berbagai gejala seperti demam, pusing, nyeri pada bola mata, otot, sendi, dan ruam.

Orang yang terinfeksi virus dengue sering kali juga mengalami kelelahan jangka panjang. Virus dengue dapat berkembang menjadi hal yang dapat mengancam jiwa (severe dengue), mengakibatkan nyeri perut dan muntah, sulit bernapas, dan penurunan trombosit darah yang bisa mengakibatkan pendarahan internal.

Penyakit demam berdarah biasa ditemukan pada daerah tropis dan sub-tropis, terutama di area urban dan semi-urban. Hingga saat ini belum ada penanganan yang spesifik untuk demam berdarah.

Namun, vaksin demam berdarah telah dikembangkan oleh WHO pada bulan April 2016. Vaksin tersebut berfungsi untuk mencegah terjadinya fase ke-2 demam berdarah.

Gejala demam berdarah.?

Dilansir dari Web MD, gejala demam berdarah dimulai sekitar empat sampai sepuluh hari setelah pasien mendapat gigitan dari nyamuk Aedes Aegypti dan Aedes Albocpictus.

Pada anak-anak yang sebelumnya tidak pernah terinfeksi, gejala demam berdarah yang dialami cenderung lebih parah dibanding dengan orang dewasa.

Untuk itu, pasien dan keluarga perlu mengetahui perbedaan gejala demam berdarah yang muncul dengan  gejala penyakit lain sehingga tidak mengabaikannya.

Berikut beberapa gejala demam berdarah yang sebaiknya tidak boleh diabaikan oleh pasien.

Demam tinggi mendadak, Nyeri pada otot, Sakit kepala parah dan sakit pada bagian belakang mata, Mual dan muntah, Kelelahan.(Hds/Rky)

BAGIKAN