UAS Jelaskan Hukum Rayakan Tahun Baru: Saya pun Pakai Kalender Masehi Sebutnya

428

NATUNATERKINI.COM – Malam Tahun Baru Masehi akan segera diperingati oleh seluruh orang di dunia tak terkecuali bagi umat Islam, Senin (31/12/2018).

Pendakwah, Ustaz Abdul Somad (UAS) memberikan hukum perayaan Tahun Baru Masehi bagi umat Islam melalui video yang diunggah di Channel YouTube Tafaqquh Video, Sabtu (29/12/2018) dan Lansir oleh Natunaterkini, Selasa (1/1/2019).

Mulanya, ia menjawab pertanyaan soal bagaimana hukum merayakan Tahun Baru Masehi menurut pandangan islam.

Ustaz Abdul Somad memberikan jawaban tersebut dengan menceritakan awal mula terbentuknya kalender Masehi yang kini dipakai di seluruh dunia.

“Ada seorang kaisar dari Negeri Romawi, namana Julian membuat kalender, Januari, Februari, Maret, maka setiap bulan ada maknanya, kaisar Agustinus nah Agustus, ada patung kepalanya dua dibuat pertama namanya Januari kenapa dibuat di awal karena kepalanya dua, menghadap ke sana 2018 menghadap ke sana 2019,” ujarnya.

“Lalu kemudian Kaisar Julian meninggal diambil oleh Paus di Vatikan, namanya Paus Gregorius diubah nama kalender ini Gregorian Calender.”

Katanya di Istagram Ustad Abdul Somad

UAS menambahkan pemakaian tersebut masih diperbolehkan, yang tidak diperbolehkan ialah mengikuti ritual-ritual yang bertentangan dengan hukum Islam.

“Ketika masuk ritual tiup terompet itu sudah masuk ritual, kemudian menyala-nyalakan lilin sudah ritual, apalagi membuang waktu.”

Untuk menghindari hal tersebut, UAS memberi pesan agar umat Islam ketika malam tahun baru mengikuti tabligh akbar.

“Oleh sebab itu tidak ada cara lain, kalau ada ustaz-ustaz membuat tabligh akbar pas malam tahun baru di masjid, datang ke masjid, iktikaf,” tambahnya.

Namun, jika tidak ada tabligh akbar, UAS menyarankan umat Islam untuk tidur lebih cepat.

“Tidak ada tabligh akbar pak ustaz? Habis Isya tidur cepat, katakan say no to bonceng, say no to drug,” ujar UAS.(NT/Dla)

Sumber Tribunnews.com

Lihat videonya:

BAGIKAN