Tak Nyerah Kapal Ikan Asing, Danlanal Tarempa : Ini Bentuk Sinergitas Masyarakat Nelayan dan TNI

382

NATUNA TERKINI,TAREMPA – Penangkapan Kapal Ikan Asing (KIA) berbendera Vietnam yang dilakukan oleh KRI Teuku Umar 385, begitu berkesan bagi Danlanal Tarempa Letkol Laut (P) Nur Rochmad.

Dalam eskpose yang dilakukan di atas kapal tangkapan yang sandar di Pelabuhan Tarempa, persis di samping KRI Teuku Umar 385, penangkapan kapal ikan asing ini menurutnya merupakan bentuk sinergitas dan koordinasi yang baik antara masyarakat, nelayan dengan TNI.

Perwakilan masyarakat nelayan yang didampingi oleh pengurus Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) di Anambas, memang sempat melaporkan adanya aksi pencurian ikan di sekitar platform migas pada Sabtu (8/12/2018) kemarin.

“Ini merupakan bentuk sinergitas dan koordinasi yang sangat baik dari awal kita mendapatkan laporan dri masyarakat nelayan kita yang mencari ikan di utara, mereka laporkan kepada Lanal,” katanya.

“Kemudian ditindaklanjuti, kami olah informasi itu. Setelah benar-benar A1, kami laporkan kepada komando atas. Maka komando atas kemudian memerintahkan kepada unsur-unsur yang melaksanakan patroli di daerah utara Natuna untuk melaksanakan pengejaran di titik koordinat yang telah kami berikan,” ujarnya.

Ia pun terdengar berkali-kali mengucapkan terimakasih kepada masyarakat nelayan dalam memberikan kontribusi positif dalam memberikan informasi tentang aksi pencurian ikan oleh kapal asing, khususnya di Laut Natuna Utara.

Ia kemudian meminta agar kontribusi positif ini dapat terus terjalin, sehingga dapat menjadi bahan dan laporan untuk ditindaklanjuti. Danlanal Tarempa itu juga meminta kepada semua pihak untuk bersabar.

Menurutnya, laporan yang masuk ke pihaknya membutuhkan proses. Tidak hanya itu, faktor cuaca, waktu tempuh dan jarak termasuk luasnya daerah Natuna Utara, menjadi hal lain dalam menindaklanjuti dan memproses laporan yang masuk mengenai keamanan di laut Indonesia.

“Yakinlah bahwa setiap laporan yang Anda berikan kami pasti respon,” ungkapnya.

Komandan KRI Teuku Umar 385 Letkol Laut (P) Abdul Rajab mengatakan, modus yang kerap dilakukan kapal ikan asing dalam mencuri ikan di perairan Indonesia menyesuaikan dengan situasi yang ada.

Selain kucing-kucingan dengan aparat, mereka biasa bermain di laut perbatasan antara perairan Indonesia dengan perairan negara tetangga.

“Modus mereka itu menyesuaikan dengan situasi. Kadang-kadang mereka ‎itu merasa aparatnya kuat, mereka tidak berani. Kami dalam melakukan patroli khususnya di Laut Natuna Utara juga sudah lama. Untuk saat-saat ini sudah jauh-jauh berkurang,” ujarnya.(*)

Sumber :TribunBatam

BAGIKAN