Sholat Berjamaah lalu Kemping Pantai Bamak Natuna, Inilah Sensasinya Guys

467

NATUNATERKINI.COM – Berburu lokasi wisata di pulau Terdepan Indonesia tepatnya Provinsi Kepri Di Kabupeten Natuna tidak akan bosan. 

Karena Negeri yang dianugrahi hasil lautan cukup melimpah tersebut, banyak tempat yang akan memberikan keindahan bagi Anda selaku pencinta traveling salah satunya wisata pantai.

Berakhir pekan, lagi tren di masa sekarang berpetualang bersama tim kerja, sembari menikmati panorama alam serta deburan ombak dan pasir putih dan terlebih lagi kemping Bersama.

Seperti yang dilaksanakan Danlanud Raden Sadjad Ranai beserta para perwira dan anggota Lanud RSA, mengisi waktu akhir pekan dengan Berkemping di Pantai Bamak, Sabtu (14/9/2019).

Bakar ikan dulu kita yuk guys..

Di sana, terdapat lahan pantai cukup eksotik masih alami, areal pantai yang cukup luas dihiasi dengan pemandangan bebatuan terhampar dari bibir pantai tentu akan memanjakan mata selama berada di Bamak.

Di lokasi tersebut, para wisatawan bisa memasang tenda untuk bermalam bersama keluarga, teman, dan sahabat.

Wisatawan juga akan merasakan keindahan panoroma alam, dengan berjalan kaki sepajang bibir pantai, tentu menghadirkan sensai padang pasir, karena putih pasirnya sangat halus.

Selain itu, lokasi ini masih terlihat alami belum ada pemukiman warga sekitar Pantai.

Dari atas Batu Pantai Bamak

Lokasi ini begitu indah, apakah ada pemiliknya.? atau negara masih belum memperioritaskan pantai ini sehinga hutan sangat natural dengan semak semak belukar sekitarnya..?

Lalu, Kenapa pihak Pemerintah daerah atau Desa setempat tidak mengolahnya menjadi obyek ungulan desa seperti dilakukan Desa Cemaga dengan Wisata Batu Kasah bisa menghasilkan pendapatan desa..?

Untuk mengulas lebih dalam perihal Pantai Bamak, penulis akan bahas pada edisi judul dan edisi berikutnya secara rinci.

Kali ini kita tingalkan dulu topik diatas penulis fokus mengulik wisata kemping di pantai Bamak dulu ya Guys…

Suara Azdan mengema di pantai Bamak

Pada liburan akhir pekan awal bulan September, penulis inggin berbagi inspirasi dan pengalaman mengasikan semalam berkemping dipantai Bamak.

Cuaca di kota Ranai sangat cerah namun kabut asap sedikit terpapar menyelimuti awan, kabut asap sebabkan pembakaran lahan gambut.

Sore itu, berapa orang petugas dari pangkalan TNI AU tengah mempersiapkan peralatan kemping untuk dibawa, selain tenda dan perlengkapan lainnya ada yang dibawa Shuttle bike kit, alat olahraga sepeda air, hasil modifikasi dari Kolonel (Pnb) Fairlyanto S.T., M.A.P, siap diluncurkan ke pantai Bamak.

Sepeda laut bermotor mengggunakan kombinasi dua perahu berbahan karet sebagai pelampungnya untuk dapat mengarungi serunya riakan gelombang laut Natuna mampu mengarungi lautan selama dua jam.

Pantai ini menghadap langsung ke Laut Natuna Utara, sehingga ombaknya landai pada musim diluar anggin Utara ombaknya terbilang tinggi.

Suttel bike kit alias sepeda air

Setelah menempuh perjalanan dari pangkalan Lanud Raden Sadjad, Berjarak 50 km dari kota Ranai (ibu kota Kabupaten Natuna), dan dapat dditempuh berkendara selama 50-60 menit.

Jalan menunju ke Pantai Bamak terlihat ada perubahan jalur masuk, sebelumnya jalan menapak, kini akses masuk sudah dapat dilalui kendaraan roda 4 sampai ke bibir pantai walau masih jalan tanah. Namun ada terdapat portal pintu masuk dari kayu pembatas menuju areal pantai.

Usai mendirikan tenda serta mempersiapkan alat keperluan unggun dan tungku pembakar ikan yang telah disediakan Kadisops, letkol Fanny.

Sholat berjamaah dari atas batu Bamak

Mata haripun mulai terbenam dari garis pantai membias keair laut sebening kristal terpapar mancarkan rona jingga semakin memikat hati.

Kesibukan masing masing para personil terlihat menyebar, ada yang menyiapkan terpal yang membentang dari atas batu untuk keperluan Sholat, ada juga sebagian sedang membakar ikan keperluan makan malam bersama.

Tampak terlihat, kadialog letkol Andri, Kadiapers, Mayor innuversa,
dan unsur perwira staf dan 30 Anggota personil muslim ikut menunaikan Sholat Magrib secara berjamaah dipimpin imam Ustadz H.Bujang Rusman.

Bisa kita bayangkan, nikmat khusuk Sholat diatas batu yang lingkari lautan ditemani irama ombak serasa hati terbaut bersatu dengan alam semesta.

Usai sholat berjamaah, acara dianjutkan membacakan surat Yasin dan kultum disampaikan oleh Komandan Lanud RSA, dilanjutkan menunaikan ibadah Sholat Isya berjamaah.

Dalam tauziahnya Danlanud berbesan, agar selalu bersukur atas nikmat tuhan dihadirkan dalam kehidupan seperti pengalan surah QS. Al-Baqarah: 152 disampaikannya.

“Ingatlah kamu kepada-Ku niscaya Aku ingat (pula) kepadamu, dan bersyukurlah kepada-Ku, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat)-Ku,” pesan Danlanud dalam tauziah menirukan ayat suci tersebut.

Perwira melati tiga merupakan lulusan 1994 Akabari mengatakan, Kita fokuskan kegiatan kemping bernuansa Religi menambah tali selaturahmi dan berbincang keakraban atar sesama,

“Apabila kita bermunajat pada Allah maka alam akan bermunajat dengan cara masing masing. Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan, Visi kita selamat dunia dan akhirat,” tegas Fairlyanto.

Pada minggu Pagi, Letda Sidik bersama perwira menengah lainya lagi asik mengesplor Keindahan alam ada berfoto ria ada juga bermain bola pantai sembari menikmati sarapan Nasi Goreng Ala TNI Raden Sadjad.

“Pantai ini indah airnya jernih kita sangat enjoy dan santai sambil membaca buku dari atas batu, snorkeling di tempat-tempat yang tak jauh dari bibir pantai, atau lebih ke tengah untuk berburu spot diving keren banget,” kata Leda Sidik.

Menunggu matahari kembali ke peraduan, pantai pun masih jadi tempat paling favorit untuk menghabiskan waktu bersama sang surya.

Keren Banget Guyss

Camping di Pinggir Pantai

Sekitar pantai ini banyak sekali terdapat batu-batu karang kecil, dan bebatuan dari aspal jalan meuju teluk buton.

Wisatawan yang datang justru banyak yang memanfaatkan batu-batu karang yang terjal sebagai latar berfoto.

Namun ketika air laut sedang surut, dalam batas tertentu kamu bisa bermain air di pinggir pantai sambal hunting foto untuk feed Instagram kamu, atau Senorkling menangkap ikan-ikan hias yang banyak terjebak di sela-sela karang.

Jangan lupakan sunrise dan sunset yang bisa kamu nikmati di pantai ini.

Berjalanlah terus ke arah kanan. Pertama kita pasti tertarik berhenti di laguna sempit dan dangkal yang punya saluran ke laut seperti gorong-gorong masuknya air ketika laut tengah pasang.

Bentuk lagunanya separuh bintang batu pasir teronggok. Ini spot yang bagus buat berfoto sambil menikmati deburan ombak membawa secangir kopi hangat ala kemping Bamak.

Banyak yang kamu bisa dapatkan dari setiap traveling yang kamu lakukan. Travelingakan memberikan jawaban tentang arti hidup, traveling akan membuatmu tidak dapat berkata-kata, traveling akan menjadikanmu pendongeng, lalu traveling akan mengajarkanmu untuk mencintai alam seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Hanya membawa pulang kenangan, dan hanya meninggalkan jejak.

Kompak dan solid Personil Lanud Raden Sadjat

Sekarang sudah banyak referensi jika kalian ingin melakukan kegiatan serupa, namun yang paling penting adalah mulai ajak beberapa sahabatmu dan keluarlah dari pintu rumahmu.

Jangan lupa untuk merasa hidup dan bersyukur atas suguhan bentang alam Indonesia ini. 

Satu yang kami percaya kebahagiaan itu tidak selalu ada di puncak gunung, pulau terpencil, atau restoran bintang lima karena dimanapun kita berada, kebahagiaan dapat kita ciptakan sendiri ya Gayss..(Rk)

Sumber: Keprinews.co.id

BAGIKAN