Sembilan Anggota Dewan Pers Terpilih, Satu Mewakili Unsur Tokoh Masyarakat Dia Muhammad Nuh

157

NATUNATERKINI.com – Badan Pekerja Pemilihan Anggota (BPPA) Dewan Pers telah memilih sembilan nama anggota Dewan Pers periode 2019-2022.

Pemilihan dilakukan dalam rapat pleno BPPA di Sekretariat Dewan Pers, Jakarta, Kamis (29/11/2018).

Ketua BPPA, Margiono, mengatakan, sembilan nama tersebut dipilih sebagai anggota Dewan Pers untuk mewakili unsur wartawan, unsur perusahaan pers, dan tokoh masyarakat.

Badan Pekerja memilih mereka setelah mengumumkan 13 nama calon anggota Dewan Pers pada awal November lalu untuk mendapat masukan dari publik.

“Kami mengapresiasi masukan dari berbagai kalangan masyarakat. Masukan tersebut menjadi bahan pertimbangan anggota BPPA dalam memilih para calon,” kata Margiono.

Sembilan nama anggota Dewan Pers terpilih adalah Arif Zulkifli, Hendry Ch Bangun dan Jamalul Insan yang mewakili unsur wartawan.

Kemudian, Ahmad Djauhar, Agung Darmajaya dan Asep Setiawan yang mewakili unsur perusahaan pers.

Terus, Agus Sudibyo, Hassanein Rais dan Mohammad Nuh mewakili unsur tokoh masyarakat.

Di samping mengikuti semua proses seleksi, sembilan anggota Dewan Pers terpilih telah menandatangani Pakta integritas.

Bahwa mereka berkomitmen untuk menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi menjaga wibawa lembaga Dewan Pers, menegakkan kemerdekaan pers, meningkatkan profesionalisme media massa, serta mengupayakan pemenuhan hak publik atas informasi.

“Anggota Dewan Pers terpilih menghadapi tantangan yang tidak ringan. Karena itu, mereka meneken fakta integritas sebagai komitmen tertulis,” tandas Margono.

“Konsekuensinya serius. Mereka harus mundur bila melanggar komitmen tersebut,” tambahnya.

BPPA akan melaporkan hasil pemilihan ini kepada Dewan Pers untuk diteruskan kepada Presiden Joko Widodo.

Sembilan anggota Dewan Pers 2019-2022 akan dikukuhkan lewat Keputusan Presiden untuk menggantikan anggota Dewan Pers 2016-2019. (*)

TOKOH MASYARAKAT DAN DUNIA PENDIDIKAN

Biografi

Muhammad Nuh adalah Menteri Pendidikan Nasional Indonesia sejak 2009.

Sebelumnya dia menjabat sebagai Menteri Komunikasi dan Informatika.

Nuh lahir di Surabaya 17 Juni 1959. Anak ketiga dari 10 bersaudara dari keluarga petani, ini adalah lulusan S1 Teknik Elektro ITS pada 1983.

Gelar S2 dan S3 diraihnya dari Universite Science et Technique du Languedoc Montpellier Prancis.

Dia juga telah dianugerahi gelar guru besar bidang ilmu digital system, 2004.

Suami dari seorang dokter gigi Laily Rachmawati ini pernah menjabat rektor ITS pada periode 2003-2007.

Suatu saat Nuh ditelepon oleh staf Presiden SBY pada 5 Mei 2007 dan memintanya untuk menemui Presiden di Puri Cikeas, Bogor.

Saat dipanggil itu, Nuh tidak merasa terkejut. Dia sudah menduga bakal dipercaya masuk kabinet.

Apalagi setelah berbincang dengan Presiden di Cikeas itu, membahas seputar perkembangan informasi dan teknologi.

Nuh adalah Ketua Yayasan Pendidikan Al Islah Surabaya sudah yakin bahwa pos yang akan dipercayakan kepadanya adalah Menkominfo.

Ketika dipanggil di kediaman Presiden, Cikeas dia diminta untuk memantau perkembangan informasi dan komunikasi.

Kendati diminta konsentrasi di bidang teknologi informasi, Nuh mengaku tidak akan mengabaikan bidang lain seperti masalah penyiaran dan pers.

Muhammad Noeh mengatakan akan merencanakan suatu sistem yang terintegrasi antardepartemen, sehingga Presiden Susilo Bambang Yudhoyono lebih mudah memantau kinerja tiap departemen.

Setelah mendengar pengumuman reshuffle kabinet yang disampaikan langsung Presiden SBY, Senin 7 Mei 2007.

Nuh mengatakan akan segera mempelajari portofolio Departemen Komunikasi dan Informatika serta meneruskan rencana jangka pendek maupun jangka panjang departemen tersebut.

Nuh mengaku tidak akan mengubah banyak apa yang sudah berjalan saat ini.

Namun, ia berkeinginan menyatukan semua informasi dari tiap departemen dengan konsep information bridge.

Kepercayaan Presiden SBY kepada Nuh sangatlah besar dalam menyukseskan program kerjanya.

Pada kabinet berikutnya, SBY mempercayakan ia untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

Hal itu dipengaruhi oleh kariernya di bidang akademik saat berada di ITS sebagai rektor di sana.

PENDIDIKAN DAN KARIR

  1. Pendidikan 1990: S3 Jurusan Signaux et System, Universite Science et Technique du  Languedoc Montpellier Prancis.
  2. 1987: S2 Jurusan Signaux et System, Universite Science et Technique du  Languedoc Montpellier Prancis.
  3. 1983: Fakultas Teknik Elektro ITS.
  4. Karir Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (2009-2014).
  5. Menteri Komunikasi dan Informasi, Rektor ITS, 2003-2006.
  6. Guru Besar ITS, 2004.
  7. Direktur Politeknik Negeri Surabaya ITS, 1997-2003.
  8. Ketua Jurusan Teknik Elekronika, Politeknik Negeri Surabaya ITS,  1992-1993.

(Merdeka)

 

BAGIKAN