Salud..! Polisi dan TNI Natuna Bahu-membahu Bangun Jembatan Darurat Warga

377

NATUNATERKINI.COM, NATUNA – Warga Kecamatan Bunguran Batubi, Kabupaten Natuna membuat jembatan darurat akibat Jembatan kayu jalan lintas Batubi Ranai yang ambrol beberapa waktu lalu.

Meski sudah membuat jembatan darurat, warga berharap perbaikan dan pembangunan jembatan segera dilakukan agar akses dan aktivitas warga tidak tersendat.

Pembuatan jembatan darurat dengan bahan baku kayu itu melibatkan warga Desa serta pihak TNI dan Polri setempat.

Jembatan merupakan satu-satunya jalan darat yang menghubungkan dari wilayah Kecamatan Bunguran Utara dan Kecamatan Bunguran Batubi ke Ibukota Kabupaten Natuna.
Sabtu (2/2/2019).

Babinsa Natuna Bahu Membahu Bersama Warga

Sekitar 10 personel TN dari Babinsa Bunguran Batubi, dan satu polisi Babinkamtibmas ikut membangun jembatan darurat di sisi jembatan yang rusak parah.

Babinsa Bunguran Batubi, Serda Nurdin mengatakan, TNI dan warga membuat tiang pancang agar jembatan tidak terbawa arus sungai.

Dia mengatakan, hal itu dikarenakan, tantangan jembatan darurat ini adalah arus sungai yang deras dan dalam, sehingga tidak mungkin menggunakan pilar di tengah.

“Setelah jembatan selesai kita akan dilanjutkan pembuatan akses jalan tapak dari jalan utama menuju ke jembatan. Kami akan berusaha bersama warga agar kendaraan bisa lewat,” ujarnya.

Sementara Camat Bunguran Batubi, Nur Sepatra Suprihatin kepada rekanan media di Natuna Mengatakan, akses jalan dan jembatan merupakan jalur penghubung utama dari dan menuju ke Kota Ranai.

“Jembatan ini kondisinya cukup memperihatinkan dan kondisi tiang bawahnya sudah mulai rapuh dan roboh, jadi sebelum terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan pada pengendara yang melintas, lebih baik kita perbaiki segera,” ujar Nur Parta.

Menurut Parta, Jembatan ini merupakan salah satu akses yang setiap harinya dilintasi puluhan kendaraan baik roda dua maupun roda empat.

“Jembatan ini sangat vital bagi kecamatan Bunguran Batubi dan Bunguran Utara,” tambahnya.

“Kita gotong royong bersama, sebab dalam waktu dekat kecamatan kita akan menjadi tuan rumah Musrenbang Kecamatan Wilayah II, maka alangkah lebih baik mulai dari sekarang jembatan ini mulai di perbaiki, demi kenyamanan bersama antara masyarakat dan pengguna jalan terutama rombongan kecamatan peserta Musrenbang kecamatan,”ujarnya.

Nur Parta meminta masyarakat untuk bersabar menunggu proses pembangunan jembatan baru Sungai Air Hitam.

Dia berharap dengan jembatan darurat ini masyarakat bisa melintas dan mengakses walaupun darurat.

“Kami juga minta masyarakat berhati-hati melewati jembatan darurat ini,” tandasnya.(wartakepri/rk)

BAGIKAN