Rambu Lalu lintas Terpasang Tiap Jembatan Natuna

293

NATUNATERKINI.COM, NATUNA – Jembatan Bandarsyah, Sejuba, Tanjung, Bandarsyah, Sungai Ulu dan Sei bintang Cemaga Bunguran Selatan. kini sudah bisa dilalui pengendara setelah rambu penunjuk arah dilengkapi Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna.

Jembatan telah rampung dikerjakan oleh Rekanan Kementerian PUPR, Direktorat Jendral Bina Marga Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah 1, Provinsi Kepulauan Riau terlihat kokoh menjadi kebangaan masyarakat Natuna.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna, Iskandar DJ mengatakan, pihaknya memang meletakan rambu-rambu di  jalan poros itu.

Hal tersebut bertujuan agar Jalan Sekarang dua Jalur tidak terjadi insiden. Bahkan setiap pagi, selalu ada petugas Dishub yang berjaga titik persimpangan ruas jalan Natuna.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Natuna Iskandar dj

“Kami mencoba melancarkan arus lalu lintas di kawasan Persimpangan Natuna. Tapi untuk penindakan apabila terjadi pelanggaran, bukan wewenang kami,” ucap Iskandar.

lebih lanjut Iskandar DJ mengatakan, dengan terpasangnya rambu lintas penunjuk di Jembatan Bandarsyah berapa titik lainya diharapkan bisa ditaati pengendara saat melalui jembatan tersebut.

“Tujuan utama dipasang rambu penunjuk arah lintasan, agar para pengguna jalan tidak salah arah serta mencegahnya terjadi kecelakaan lalu lintas,” ucap Iskandar pekan lalu.

Pantauan di lapangan, pengguna jalan kini sudah tertib. Pengendara dari arah Kota Ranai kini sudah melintas jembatan baru dengan satu arah sedangkan arah dari Bandarsyah menuju Kota Ranai.

jembatan di jalur Bandarsyah menuju Kantor Bupati Bukit Arai itu tonjolkan, terpampang Ornamen Khas Melayu kombinasi warna Kuning dan Hijau terkesan indah.

Bagi anda suka berfoto Ria bisa menambah koleksi foto wisata menarik pada Jembatan yang memiliki panjang 20 meter dengan type jembatan gelagar beton.

Menurut Raja Malik pekerja dijumpai berapa waktu lalu mengatakan, Gambar terpasang pada dinding jembatan Bandarsyah merupakan corak motif Itik sekawan (Itik Pulang Petang).

“ini bermakna menggambarkan tingkah laku hewan Itik selalu berjalan beriringan ketika petang hari akan pulang ke kandang
serta mengambarkan tingkah laku berjalan beriringan serasi, bersahabat, kompak, bersama-sama, menjadi contoh bagi manusia akan arti kehidupan. Hal ini pun lalu digambarkan dan menjadi suatu corak motif untuk ukir dengan nama Motif Itik Pulang Petang atau Motif Itik Sekawan,” ujar Pria Asli Karimun itu.(Rky/Wk)

BAGIKAN