Pemilu Tahun ini Mesti Damai, Tak Boleh Dikacaukan Aksi Terorisme

182

NATUNATERKINI.COM – Kinerja Polri menangani tindak kejahatan, khususnya narkoba dan terorisme dinilai dapat meningkatkan kepecayaan publik.

Anggota Komisi III DPR, Ahmad Sahroni mengatakan maraknya penyelundupan narkoba tahun 2018 berhasil diminimalisir Polri maupun Badan Narkotika Nasional (BNN) yang bersinergi bersama intansi terkait seperti Direktorat Jenderal Bea Cukai hingga TNI AL.

“Saya melihat kinerja Polri dan BNN dalam pemberantasan narkoba sangat baik pada tahun ini. Sinergitas dengan stake holder terkait, khususnya Bea Cukai dan TNI AL mampu menggagalkan sejumlah penyelundupan besar narkotika pada tahun ini,” kata Sahroni, dalam keterangannya, Senin (31/12). lansir dari Remol.

Walaupun demikian, Sahroni menengarai masih banyak penyelundupan narkoba yang lolos melalui pelabuhan kecil atau jalur tikus maupun berbagai modus yang dilakukan para bandar.

“Namun saya yakin tahun mendatang Polri dan BNN akan semakin mampu meminimalisir pergerakan pada bandar narkoba yang ingin menjadikan Indonesia sebagai surga para pecandu,” ujarnya.

Dari catatan Polri, sebanyak 49.079 orang terlibat kasus narkoba sepanjang tahun 2018, angka tersebut menurun 22 persen dibanding pada 2017 dengan angka 63.108 orang.

Kendati jumlah tersangka mengalami penurunan, namun kasus ditangani justru meningkat dari 36.428 kasus di tahun 2017 menjadi 38.316 kasus di 2018.

Sejumlah kasus besar penyelundupan ditangani Polri pada tahun ini antara lain pengungkapan sabu 1,6 ton di Perairan Batam, Kepri dan penyelundupan 70,7 kilogram serta 49.238 butir amphetamine (ekstasi) asal Malaysia di Apartemen Season City, Tambora, Jakarta Barat pertengahan Desember lalu.

Sementara, sepanjang tahun 2018 BNN berhasil mengungkap 914 kasus narkotika dan prekursor narkotika yang melibatkan 1.355 tersangka. Sebanyak 53 kasus TPPU (tindak pidana pencucian uang) melibatkan 70 tersangka dengan total aset Rp 229 miliar juga berhasil diungkap BNN.

Barang bukti yang disita sepanjang tahun 2018 oleh BNN di antaranya sabu-sabu sebanyak 3,4 ton, ganja sebanyak 1,39 ton, ekstasi berbentuk tablet 469.619 butir dan ekstasi serbuk 1,88 kilogram.

Sementara, dalam bidang penanganan terorisme, tahun 2018 terjadi sebanyak 17 aksi terorisme. Meningkat dari tahun 2017 sebanyak 12 aksi terorisme.

Jumlah total pelaku teror yang berhasil diungkap selama tahun 2018 sebanyak 396 orang, dengan rincian 141 orang disidangkan, 204 orang tahap penyidikan, 25 orang ditembak mati, 13 orang meninggal karena bunuh diri, 12 orang divonis, dan satu orang meninggal dunia karena sakit.

Jumlah pelaku teror ditangkap tahun 2018 meningkat tajam dari tahun sebelumnya dengan angka 172 terduga teroris.

“Kita berduka dengan banyaknya aksi teror bom bunuh diri di tahun ini. Salah satu yang paling keji adalah peristiwa di Surabaya yang menyertakan keluarganya menjadi pelaku bom bunuh diri,” kata Sahroni.

Pihak Polri, lanjut Sahroni, harus terus melakukan deteksi dini terhadap terorisme, khususnya memasuki tahun pesta demokrasi.

“Pemilu serentak 2019 tak boleh dikacaukan oleh aksi terorisme,” ucapnya.

Sahroni menilai, wajar jika kepercayaan publik terhadap Korps Bhayangkara ini meningkat.

Penilaian dilakukan Ombudsman Republik Indonesia jumlah aduan terhadap maladministrasi di lingkup Polri menurun drastis dengan angka 374 laporan.

Sementara di tahun sebelumnya jumlah aduan diterima Ombudsman sebanyak 547 perkara. (lov/Nt)

Sumber: Remol

BAGIKAN