Panglima TNI Hadi Tjahjanto Resmikan pelabuhan kapal Selam Paslabuh di Natuna

291

NATUNA TERKINI.COM – Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto meresmikan Pelabuhan Kapal Selam serta Kompi Komposit Terintegrasi di Selat Lampa, Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, Selasa (18/12) pagi.

Peresmian tersebut dilaksanakan dengan upacara militer yang diikuti oleh ratusan gabungan TNI.

Sementara sebagai pimpinan upacara di pimpin oleh Komandan Lanal Ranai Kolonel Laut (P) Harry Setyawan.

Dengan menggunakan Helikopter milik TNI-AU, Panglima Hadi bertolak dari Bandara Raden Sadjad (RSA) Ranai menuju pangakalan pelabuhan satuan TNI teritrgritas Selat Lampa, Kecamatan Pulau Tiga Natuna sekitar pukul 9.45 pagi.

Sebagai Inspektur Upacara, dalam amanatnya Panglima Hadi mengatakan pembangunan pangkalan satuan TNI terintegritas itu diharapakan dapat menangkal berbagai ancaman dari pihak luar.

Dengan demikian, dibangunnya pangkalan tersebut dengan berbagai dasar penilaian diantaranya seperti situasi politik di Laut Cina Selatan menunjukkan peningkatan ketegangan meskipun Indonesia bukanlah Negara yang turut mengklaim dalam perebutan wilayah tersebut.

Panglima menjelaskan, satuan TNI terintegrasi ini merupakan gabungan dari komponen-komponen tiga matra yang memiliki hirarki beroperasi secara Trimatra terpadu. Berkedudukan di bawah Kotamaops TNI.

BACA JUGA..

Panglima TNI Resmikan Rumah Sakit Integrasi Raden Sadjad Natuna

Meski begitu diakui Hadi, satuan ini belum sepenuhnya komplet, karena itu masih perlu peningkatan.

Salah satu contoh, jika sekarang baru kompi, nanti akan ditingkatkan menjadi bataliyon.

“Memang belum sepenuhnya. Nanti akan ditingkatkan dari hasil evaluasi dari kompi ke bataliyon,” kata Hadi di Selat Lampa, Kepulauan Riau, Selasa 18 Desember 2018.

Selanjutnya, ada instalasi lainnya seperti penambahan satu radar aktif dan satu radar pasif.

Sehingga total radar yang ada di Natuna ada tiga, dua radar aktif dan satu radar pasif. Kemudian juga ada rumah sakit integratif.

“Rumah sakit dikhususkan untuk prajurit dan petugas termasuk melayani masyarakat di sekitar. Kemudian kemampuan landasan untuk pesawat tempur juga terus diuji.

Sehingga sewaktu-waktu kita gelar kekuatan jauh lebih besar dari hari ini bisa dilaksanakan termasuk dukungan logistik, sarana komunikasi terlaksana dengan baik,” katanya.

Selain Pangkalan TNI AL, juga terdapat Kompi Komposit Marinir dan berbagai fasilitas pelabuhan, untuk mendukung operasional kapal perang TNI AL, yang beroperasi di sekitar perairan Natuna.

Sedangkan Pangkalan Angkatan Udara TNI AU dilengkapi berbagai fasilitas, seperti hanggar integratif dan hanggar skuadron UAV, untuk mendukung operasional pesawat udara TNI.

Selain itu juga dilengkapi dengan mess dan rumah sakit integratif, untuk memberikan pelayanan kesehatan bagi seluruh prajurit TNI di Natuna.

“Satuan TNI Terintegrasi Natuna masih akan terus berkembang, sesuai peningkatan eskalasi ancaman. Perencanaan ke depan, dimungkinkan untuk menyempurnakan Satuan TNI Terintegrasi, menjadi organisasi permanen dan terintegrasi dalam satu komando, dan dilengkapi dengan sistem kendali operasi berbasis kemampuan,” pungkasnya.

Usai upacara peresmian, dilaksanakannya pertunjukan demo pembebasan Sandra oleh Denjaka dari pasukan khusus AL, serta dilanjutkan dengan pertunjukan 4 buah pesawat tempur milik TNI-AU Flypast (Manuver).

ist

Turut hadir dalam kesempatan itu wakil ketua DPD RI Nono Saya, Ketua Komisi I DPR RI Dr. H. Abdul Kharis Almasyhari, Gubernur Kepri Nurdin Basirun, Kapoda Kepri, Irjen Pol. Andap Budhi Revianto,

Irjen Kemhan Letjen TNI M. Thamrin Marzuki, Kasad Jenderal TNI Andika Perkasa, Kasal Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, Kasau Marsekal TNI Yuyu Sutisna,

Pangkostrad Mayor Jenderal TNI Besar H.K, Irjend TNI Letnan Jenderal TNI Muhammad Herindra, Bupati Natuna Drs. H. Abdul Hamid Rizal, Wakil Ketua I DPRD Natuna Hadi Candra, serta sejumlah petinggi TNI lainnya.(Rky)

BAGIKAN