Jurnalistik Investigasi Mengahasilkan Liputan Tajam Terpercaya inilah Tipsnya

141

NATUNA TERKINI.COM – Dunia jurnalistik adalah dunia yang penuh tantangan. Seorang jurnalis dituntut aktif mencari fakta suatu kejadian untuk disampaikan secara utuh ke masyarakat.

Jurnalis harus peka akan kejadian disekitarnya dan mengikuti perkembangan isu yang sedang hangat di masyarakat.

Namun perkembangan media sosial, kini banyak sekali masyarakat yang menjadi “jurnalis dadakan”. Masyarakat kini terbiasa menulis tanpa data dan fakta yang akurat dan merekam suatu kejadian melalui handphone dan menyebarkannya di media sosial.

Berikut Natuna terkini sajikan lansir dari Investigasi Manual.org, bagai mana seorang wartawan Investigasi yang handal dan profesional meliput di lapangan menghasilkan karya jurnalistik yang hebat.rilis hari Juma’t, (7/12/2018).

Blogger Reporter Indonesia

Keingintahuan

Mengajukan pertanyaan-pertanyaan merupakan titik mula jurnalisme investigasi. Anda dapat mempertanyakan hal-hal yang diberitakan atau yang Anda lihat dan dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Inisiatif

Banyak redaksi bekerja dengan sumber daya yang terbatas dan tenggat yang ketat.

Karena itu ide investigasi yang muncul dari sebuah jumpa pers tidak selalu dapat langsung disetujui, apalagi jika informasi yang tersedia terbatas dan belum jelas betul.

Wartawan investigasi perlu berisiatif melakukan riset awal dan mematangkan ide tersebut hingga menjadi sebuah rencana liputan yang solid.

Jika redaksi tetap tidak tertarik, mungkin dibutuhkan inisiatif lebih jauh untuk mencari dukungan dari tempat lain, misalnya dana hibah untuk melakukan investigasi.

Pikiran yang logis, organisasi dan disiplin diri

Reportase investigasi membutuhkan waktu dan, karena ada risiko hukum yang sering menyertainya, dia membutuhkan verifikasi yang ketat.

Jadi Anda harus menjadi seorang perencana yang teliti agar bisa menggunakan waktu sebaik-baiknya, tekun memeriksa dan kembali memeriksa fakta, dan memastikan tidak ada bagian yang bolong.

Fleksiblitas

Sebuah investigasi bisa berbelok secara tak terduga. Kadangpertanyaan pertama buntu, atau membuka jalan kepada pertanyaan yang jauh lebih menarik tapi belum jelas betul.

Jurnalis investigasi mesti siap untuk berpikir ulang dan mengubah desain investigasi mereka ketika ini terjadi, dan tidak bersikeras menjalankan ide awalnya.

Gairah
Bagi jurnalis investigasi Evelyn Groenink, gairah merupakan kualitas paling penting:

“Sebagian besar liputan investigasi merupakan upaya tanpa pamrih,menghabiskan waktu dan energi, yang membuat redaktur tak sabar dan mengusik orang-orang berpengaruh.

Bagi Anda yang menyukai penghasilan stabil dengan promosi reguler, atau bila keinginan terdalam Anda adalah menduduki jabatan dengan gaji yang tinggi, dan jika Anda menikmati undangan makan malam dan pesta yang diselenggarakan orang-orang sangat penting di negara atau komunitas Anda, jurnalisme investigasi barangkali bukan buat Anda.

Tapi jika Anda menikmati tantangan, bergairah untuk mencari kebenaran dan keadilan, dan ingin melayani pembaca atau penonton Anda dengan berita-berita penting, tak peduli berapa banyak waktu dan energi yang dihabiskan dan meskipun beberapa orang berpengaruh barangkali akan menjadi kurang bersahabat terhadap Anda  maka, lakukanlah!”

Kerja sama tim dan komunikasi yang baik

Wartawan investigasi dalam banyak film seringkali digambarkan sebagai ‘lone wolf’ — petarung yang menyendiri. Kadang memang ada situasi di mana jurnalis mesti merahasiakan informasi yang diperoleh hingga diperlukan upaya pengamanan tertentu.

Tapi sangat sering terjadi, berita-berita terbaik justru dihasilkan oleh kerja sama yang memanfaatkan semua keahlian yang tersedia (dan bahkan dari luar) redaksi.

Kisah sukses Tim Spotlight dari harian The Boston Globe, yang menginvestigasi dugaan pelecehan seksual terhadap anak-anak oleh para pastor di Boston, Massachusetts, Amerika Serikat, bisa dijadikan contoh.

Sebuah investigasi membutuhkan beragam pengetahuan dan keahlian, mulai dari sains dan kesehatan hingga ekonomi dan sosiologi.

Tak satu pun jurnalis, seberapa pun luasnya pengetahuan mereka, bisa menjadi pakar dalam semua bidang. Dibutuhkan kontak dan jaringan yang bagus untuk menggalang kerja sama tersebut.

Lain dari itu, kerja tim juga membutuhkan komunikasi yang baik agar semua yang terlibat memahami tujuan investigasi dan standar kerja (akurasi, kejujuran dan kerahasiaan) yang diharapkan dari semua orang yang telibat.

Kemampuan reportase yang terlatih baik

Ini tidak harus berarti memiliki gelar dalam jurnalisme. Keahlian reportase dapat juga dibina melalui pelatihan-pelatihan sertapengalaman yang cukup, terutama dalam mengidentifikasi sumber, merencanakan liputan, melakukan wawancara yang baik (dapat merasakan manakala ada jawaban yang janggal), serta menulis secara akurat dan informatif.

Selain itu, manakala liputannya kurang dalam, wartawanmesti mampu untuk segera menyadarinya dan tidak malu meminta saran atau bantuan.

Seandainnya Anda tidak memiliki cukup pengalaman, kerja sama tim yang baik memungkinkan Anda mendapatkan bantuan dari rekan yang lebih mengerti untuk mengatasi kesulitan dalam proses liputan.

Pengetahuan umum yang luas dan keahlian dalam meneliti

Pemahaman atas konteks investigasi dapat membantu wartawan menghindari jalan buntu dengan mengidentifikasi fakta dan pertanyaan yang relevan.

Akan tetapi, jika proses investigasi mulai mengarah ke wilayah yang asing, para jurnalis harus bisa mengenali latar belakang, kebiasaan, terminologi, peran para pemain dan isu-isu di wilayah tersebut dengan segera.

Kemampuan untuk menggali informasi dari pakar, menggunakan mesin pencari, atau menemukan dan membaca cepat buku-buku yang berguna, menjadi penting di sini.

Di atas segalanya, jurnalis perlu membaca apa saja di setiap kesempatan yang mereka miliki. Informasi latar belakang, meski sedikit, akan sangat berguna bagi sebuah liputan investigasi.

Kejujuran dan etika yang kuat

Berita investigasi boleh jadi membahayakan pekerjaan bahkan nyawa sumber berita.

Di sisi lain, berita investigasi juga dapat menempatkan subjek yang diselidiki pada risiko yang sama jika wartawan menuding secara serampangan.

Oleh karen itu, seorang wartawan investigasi perlu memiliki etika yang kuat, bijaksana untuk memastikan narasumber dan subjek investigasi mendapatkan perlakuan yang baik dan — sejauh memungkinkan —-terlindung dari bahaya.

Selanjutnya, redaksi-redaksi yang mendukung liputan investigasi perlu memiliki kode etik dan sebuah prosedur internaluntuk mendiskusikan dan memecahkan problem-problem etika.

Kepercayaan publik seringkali merupakan perlindungan terbaik Anda, tapi itu akan hilang jika Anda bertindak tidak etis.

Kehati-hatian

Gosip mengenai rencana liputan tidak baik untuk laporan investigasi. Bicara tanpa kontrol bisa menempatkan proyek investigasi Anda dan nyawa orang-orang yang terlibat dalam bahaya.

Lebih jauh lagi, gosip bisa menyebabkan kompetitor mengetahui isu yang tengah Anda garap dan menerbitkan berita itu dahulu. Atau gosip bisa memperingatkan orang-orang yang akan diwawancarai sebelum Anda memiliki kesempatan untuk bertemu mereka.

Dalam banyak hal, berbicara terlalu banyak dapat menyabotase liputan.

Kewarganegaraan

Para jurnalis investigasi sering dituding sebagai ‘orang-orang yang tidak patriotik’. Sesungguhnya, jurnalis investigasi termotivasi oleh kepedulian terhadap kepentingan publik dan mengerjakan berita yang mendorong komunitas mereka agar berubah menjadi lebih baik.(Anual/invetigasi/Rikyr inovsky)

lebih jauh silahkan kunjungi Halaman lengkapnya di ©Investigative Manual

BAGIKAN