Iklas Jalani, Buni Yani Dieksekusi ke Lapas Gunung Sindur

72

NATUNATERKINI.COM, JAKARTA – Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung, Mukri, memberi penjelasan seputar eksekusi terhadap Buni Yani ke Lapas Gunung Sindur, Bogor, Jawa Barat, Jumat (1/2/2019) malam.

Mukri menegaskan, eksekusi terhadap Buni Yani murni penegakan hukum.

“Sebagaimana kita ketahui, tepat pukul 19.30 kita sudah melakukan eksekusi terhadap terpidana atas nama Buni Yani yang menjalani proses hukum, melanggar pasal 32, pasal 48 Undang-undang ITE yang mana dalam proses hukum tersebut yang bersangkutan divonis di tingkat Pengadilan Negeri selama 1 tahun 6 bulan dan kemudian di tingkat banding juga sama, kemudian mengajukan kasasi, dan tetap ditolak. Maka kembali kepada keputusan di tingkat pengadilan negeri,” ujar Mukri di Kejaksaan Negeri Depok, Jalan Boulevard Raya, Cilodong, Kota Depok, Jumat (1/2/2019) malam.

“Nah, dari pelaksanaan putusan tersebut tadi baru saja kita melakukan eksekusi. Sebelumnya kita terlebih dahulu melakukan pemeriksaan administrasi dan kemudian kita bawa ke Lapas di Gunung Sindur,” kata Mukri.

Terkait dengan eksekusi ini, Mukri mengimbau para pihak untuk tidak mempermasalahkan dan melakukan pembentukan opini-opini.

“Dalam hal ini, kita adalah murni penegakan hukum. Jadi kita tidak terafiliasi kemana pun. Jadi Kejaksaan hanya semata-mata melakukan suatu penegakan hukum, dan eksekusi ini adalah bagian dari proses penegakan hukum,” tegas Mukri.

“Sehingga bila seandainya ada yang bilang A atau B, kita tidak terpengaruh dengan kondisi seperti itu,” ucapnya.

Terkait rencana Buni Yani mengajukan upaya Peninjauan Kembali (PK), Mukri tak mempersoalkannya.

“Silakan saja. Itu merupakan hak dari terpidana untuk mengajukan PK. Kalaupun misalnya terpidana tidak merasa bersalah, dia bisa menyampaikan bukti di pengadilan, sehingga bisa meyakinkan hakim bahwa dia tidak bersalah, dan tentunya kita tidak perlu lagi membahas masalah itu karena putusan pengadilan sudah ada,” bilangnya.

Sementara itu, Mukri tidak menjawab gamblang soal permintaan Buni Yani untuk ditempatkan di Rutan Mako Brimob. Menurut Mukri, pilihan untuk menempatkan Buni Yani di Lapas Gunung Sindur sudah tepat.

“Menurut kita karena itu Lapas ya, saya rasa lebih tepat di situ,” katanya. Meski begitu, dia tak menutup kemungkinan Buni Yani dipindah ke lapas lain.(Hds/Rky)

Sumber: Wartakota Live

BAGIKAN