Harga Merakyat inilah Mobil Baru 150 Juta ke Bawah

106
Toyota-Calya

NATUNATERKINI.COM – Harga merakyat tentunya dunia otomotif berharap masyarakat tak menahan pembelian seperti ketika menunggu keputusan pemerintah atas usulan pajak  Mobil baru 0 persen.

Kini, pemerintah sudah resmi menolak usulan Kemenprin dan industri otomotif tersebut.

Menurut Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy penolakan pemerintah atas usulan pajak 0 persen telah memberikan kepastian kepada publik.

“Konsumen yang semula menunda pembelian mobil sekarang bisa segera merealisasikannya” ujarnya dalam diskusi virtual pada Senin, 19 Oktober 2020.

Harapan supaya publik tidak menahan membeli mobil baru juga diungkapkan oleh 4W Marketing Director PT Suzuki Indomobil Sales, Donny Saputra.

“Kami berharap konsumen yang kemarin menunda pembelian sudah mendapatkan kepastian untuk melakukan pembelian,” ucapnya kepada Tempo.

Berikut daftar sejumlah mobil baru penumpang jenis city car dan MPV yang harganya Rp 150 juta ke bawah on the road DKI Jakarta: 

Toyota
-New Calya Rp 144.550.000

Suzuki
Karimun 50th anniversary edition Rp 150.500.000
Karimun Wagon R Rp 120.500.000

Daihatsu
Ayla Rp 102.150.000
Sigra Rp 119.500

Honda
All New Honda Brio Rp 146.000.000.

Di Amerika Serikat, mobil murah juga tersedia lewat program subsidi. Sebuah penelitian terbaru dari Cornell University mengungkap dampak positif dari subsidi mobil tersebut.

Dalam penelitian Cornell University yang diterbitkan di Journal of Planning Education and Research, ditemukan bahwa program subsidi mobil di AS sangat membantu keluarga berpenghasilan rendah.

Itu artinya dampak positifnya meliputi aspek ekonomi dan sosial.

Para peneliti mewawancarai 30 orang penerima subsidi mobil lewat Vehicles for Change (VFC). LSM ini mensubsidi pembelian lebih dari 6.000 mobil bekas di Maryland dan Virginia sejak 1999.

Selain VFC, banyak program serupa di AS.

“Banyak kemungkinan yang bisa terwujud bagi orang yang aktif bepergian,” kata seorang responden wanita kepada peneliti Nicholas Klein, asisten professor di College of Architecture, Art and Plannig, seperti dikutip situs Cornell University pada Kamis, 1 Oktober 2020.

Responden itu tinggal di Maryland. Dia bercerita bahwa sebelum menerima subsidi, ia harus berganti-ganti angkutan umum.

Aktivitas yang sama juga dilakukan ketika musim dingin yang tidak menyenangkan. Namun setelah membeli mobil bekas subsidi, dia bisa pindah rumah ke daerah pinggiran, mengirim anaknya ke sekolah yang lebih bagus, dan mengurangi biaya berobat. (ron)

Sumber: Tempo.co

BAGIKAN