Harapan Untuk Kepri Maju, Pengamat Politik: Menarik Istri Wali Kota Batam Ikut Pilkada Kepri 2020

680

NATUNATERKINI.COM – Nama yang jarang diperbincangkan di arena pilkada di Kepulauan Riau adalah nama Marlin. Marlin merupakan istri Wali Kota Batam, HM Rudi, yang sudah mendeklarasikan dirinya maju di Pilkada Kepri 2020 sebagai wakil gubernur.

Ada nama yang disebut sebut menjadi pilihan Marlin dan tentunya Partai NasDem.

Dua nama jadi alternatif yakni Ketua DPD Golkar Kepri Ansar Ahmad dan Plt Gubernur Kepri Isdianto.

Mengapa sosok ibu rumah tangga yang tidak pernah punya jam terbang di politik Kepri berani mencalonkan dirinya dan diusung oleh Partai NasDem yang notabene pemilik enam kursi di DPRD Kepri?

Marlin Eksplor Masakan Melayu Bersama Program Tran7

Mengapa istri Wali Kota Batam mencalonkan diri? Robby Patria pengamat politik Kepri seperti ditulis oleh Kompas.com mengatakan hal ini disebabkan mungkin karena Marlin istri Rudi Wali Kota Batam yang punya nama lumayan ngetop di Batam.

Bahkan hasil survei lembaga terkemuka di Indonesia, SMRC menempatkan Rudi sebagai calon dengan tingkat keterpilihan tinggi, ngetop dan sebagainya.

Jika pilkada Batam dilakukan hari ini salah satu pertanyaan, siapa yang anda pilih, maka yang memilih Rudi tinggi dibandingkan dengan calon lainnya.

“Popularitas Rudi dari hasil SMRC menembus angka melewati angka psikologis. Di atas 70 persen,” kata Robby Patria melalui telepon, Senin (27/1/2020).

Lantas apa hubungan pencalonan Marlin dengan Rudi?

Popularitas Wali Kota Batam Robby mengatakan di sini bisa dikatakan, kampanye Rudi maka kampanye Marlin.

Rudi tidak perlu kampanye maksimal untuk dirinya karena sudah tiga kali ikut pilkada jika dia ikut pilkada Batam.

Karena sebelumnya Rudi sudah ikut pilkada menjadi wakil Ahmad Dahlan dan menang.

Tahun 2020 adalah pilkada ketiga bagi Sekretaris DPD Nasdem Kepri itu ikut pilkada.

Wajar jika lebih mengoptimalkan istrinya untuk dikampanyekan. Apalagi Batam sebagai pemilih terbesar pertama di Kepri menjadikan sosok Marlin jadi pertimbangan calon dari luar Batam

“Artinya duet Batam Tanjungpinang atau Karimun Batam ternyata menjadi menarik. Karena Batam, Karimun dan Tanjungpinang sebagai komposisi pemilih terbesar di Kepri. Dan Batam mencangkup lebih dari 55 persen pemilih di Kepri,” papar Robby.

Tidak ingin ketinggalan kereta Lebih jauh Robby mengaku semakin dekat dengan masa pendaftaran di Juni 2020, maka Isdianto, Soerya Respationo, Ismeth Abdullah dan Ansar Ahmad semakin banyak melakukan sosialisasi.

Karena masa masa kampanye pilkada 2020 terbilang singkat tidak sampai dua bulan. Artinya semakin cepat mendatangi pemilih, adalah pilihan terbaik.

“Jika menunggu setelah penetapan baru mau melakukan sosialisasi, maka disebut sebagai pengantin yang ketinggalan kereta,” sebut Robby.

Robby menambahkan sampai di akhir Januari 2020, calon yang sudah mendekati kepastian berpasangan adalah Ismeth Abdullah dan Irwan Nasir yang kini menjadi Bupati Meranti dua periode.

Namun pasangan ini belum jelas soal perahu partai. Sehingga beberapa tim intinya mulai menggunakan alternatif jalur perseorangan.

Formulir minta dukungan KTP pun mulai ditebarkan di Kepri, mencari 120 ribu dukungan yang harus diserahkan Februari 2020 bukan perkara mudah.

Artinya Ismeth dan Irwan Nasir harus berjuang maksimal mendapatkan partai, karena pasangan sudah ditemukan. Tapi ‘kapal’ belum ada membawa ke KPU.

Posisi Ansar Ahmad Lain halnya dengan Ansar Ahmad dari Golkar sudah mendapatkan partai, dengan komposisi 8 kursi di DPRD Kepri, Ansar hanya mencari satu kursi lagi untuk bisa mengusung hingga ke KPU.

Jika Ansar bergabung dengan Nasdem maka Marlin otomatis akan menjadi wakil Ansar.

Dengan perolehan suara di pemilu 2019 sangat memuaskan lebih dari 150 ribu suara, Ansar memang salah satu kandidat yang dijagokan banyak pihak memimpin Kepri.

Artinya bisa dibayangkan peta Ansar Marlin cukup kuat, Ansar dianggap akan mendapatkan suara di Tanjungpinang, Bintan, Natuna dan Anambas.

Sementara Marlin akan diupayakan mendapat dukungan dari pemilih Rudi di pilkada Batam, karena sebagai putri Karimun, Marlin diprediksi juga akan mendapatkan suara di Karimun.

“Suara pemilih Karimun jika Isdianto ikut pilkada maka hanya ada dua calon kelahiran Karimun yakni Isdianto dan Marlin. Pasangan ini akan diperhitungkan di pilkada,” terangnya.

Pertanyaan pemilih Ditanyai apakah Ansar serius ikut pilkada Kepri?

Pengamat politik yang juga mantan komisoner KPU Tanjungpinang ini mengatakan itulah pertanyaan yang ada di pemilih.

Sanggupkah Ansar meninggalkan kursi DPR RI?

Lantas apakah Ansar juga akan menyuruh anaknya atau istrinya ikut pilkada Bintan yang disebut sebut bergandengan dengan Bupati Bintan Apri Sujadi? “Membayangkan ayah dan anak ikut pilkada, dan jika berpasangan dengan Marlin, tentu ini jadi kajian menarik dalam perilaku politisi Indonesia soal kekuasaan,” pungkas Robby Patria. (bro)

Sumber: Kompas.com

BAGIKAN