Harapan Generasi Natuna di Hari Sumpah Pemuda 2019

136

NATUNATERKINI.COM -Para Komunitas Pemuda bersama Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Natuna ikut menghadiri upacara memperingati Hari Sumpah Pemuda ke- 91 di Kantor Bupati Natuna, Senin (28/10).

Upacara digelar Pemerintah Kabupaten Natuna itu, tampak terlihat Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Natuna, anggota Forum Koordinasi Pimpinan Daerah, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah, Ormas, OKP, serta para tokoh pemuda dan siswa siswi SMA sederajat turut hadir.

Berperan sebagai inspektur upacara, Bupati Natuna, Abdul Hamid Rizal membacakan sambutan tertulis Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia, Zainudin Amali, dengan mengangkat tema “Bersatu Kita Maju”.

Zainudin Amali menyampaikan bahwa saat ini dibelahan dunia telah lahir generasi muda yang memiliki pola fikir serba cepat, instan, cenderung invidualistik dan gramatik.

“Semakin maju ilmu pengetahuan dan teknologi serta mudahnya akses terhadap sosialisasi media telah menciptakan tempat favorit berkumpulnya anak-anak muda lintas negara, lintas budaya, lintas agama, dan interaksi social media berjalan 24 jam,” tulis Zainudin Amali dibacakan Bupati Natuna.

Kondisi tersebut diharapkan memberi peluang bagi generasi muda Indonesia untuk dapat bersaing dalam bentuk apapun yang bersifat positif, karena harus terus ditanamkan bahwa pemuda adalah masa depan bangsa dan Negara.

Oleh karenanya Menpora berharap agar dunia kepemudaan terus dikembangkan dan mampu mengambil peluang untuk berperan dalam kiprah pembangunan nasional dan dunia, muncul tokoh pemuda yang dapat mengharumkan nama bangsa dan Negara disegala bidang dan kiprahnya.

Sebagai salah satu generasi muda, Natuna, Zulheppy, SH, berpandangan serta meyakini bahwa setiap anak muda selalu punya potensi yang bisa dikembangkan dan diolah untuk kemudian menjadi kelebihan serta daya tarik tentu dapat membangun Natuna. 

“Sumpah pemuda bukan hanya perayaan belaka, momen hari sumpah pemuda ini menjadi semacam refleksi diri sebagai pemuda Indonesia,” respon Bendahara Pemuda Pancasila Natuna Zulhapy seusai upacara.

“Mari kita doakan ya, agar seluruh harapan yang menjadi keinginan Natuna mengenai anak muda bisa tercapai!,” tutup Zulheppy.

Senada disampaikan Bupati Kabupaten Natuna, kemajuan tidak akan pernah tercapai kalau masa depan hanya dipandang sekedar proses lanjut dari masa kini yang akan datang dengan sendirinya.

“Tapi, bagai mana kita sebagai generasi mersepon kemajuan itu dengan kearifan dan keluhuran perjuangan dari generasi sebelumnya dan tidak terjebak dalam kejayaan dan romantisme masa lalu,” sebut Bupati.

“Kalau pemuda terdahulu mampu keluar dari jebakan sikap-sikap primodial suku, agama, ras dan kultur maka tugas pemuda masa kini adalah harus sanggup membuka pandangan ke luar-luar batas tembok dunia kekinian, demi menyosong masa depan dunia lebih baik lagi,” tutur Hamid memberi motivasi kepada para pemuda Natuna.

Pelaksanaan upacara kali ini bertindak pemimpin upacara Abdul Qosim dari Himpunan Melayu Raya Kabupaten Natuna.

Pembaca Text undang-undang dasar 1945 dan pembacaaan kongres pemuda utusan gabungan pelajar.

Dipercaya Kepada Komandan Inti PP Natuna, Sayed Mutharhadi yang di Sapa Abid Juong.

Pancasila Abadi

Harapan penulis, Seorang anak muda adalah mereka yang tidak mengatakan ini loh ayahku dan milik ayahku, tetapi inilah diriku”, begitulah ungkap Sahabat Rosululah Ali bin Abi Thalib R A menuturkan, disalin Riky rinovsky, Ketua Humas Pemuda Pancasila Natuna.

Catatan dan harapan Pemuda Natuna melalui rangkaian kegiatan Sarasehan kebangsaan yang telah dilaksanakan selama berapa tahun di Natuna.

“Tak ada alasan lagi bagi anak muda untuk bermalas-malasan dan menunggu harta warisan,” Kata Riky,

Karena itu sambung dia, tak ada satupun orang tua didunia ini, yang nalurinya berkeinginan anaknya seperti orang tuanya tetapi mereka semua berharap anak-anaknya mampu berkali-kali melebihi orang tua mereka.

Oleh karena itu para leluhur bangsa ini merelakan semuanya dari harta hingga jiwa mereka untuk membebaska bangsa ini dari tangan para penjajah.

Sudah selayaknya para geneasi muda untuk terus berkarya dan melunasi janji-janji kemerdekaan para leluhur bangsa ini.

Bangsa Indonesia bukanlah bangsa terjajah tapi bangsa pejuang, maka tak ada alasan bagi generasi muda untuk berleha-leha dan bermalas-malasan.

Salam Pemuda dari Pulau Terdepan NKRI Natuna.

Sumber: Wartakepri.co.id

BAGIKAN