Ganggu Presiden RI, Berhadapan Dengan Pemuda Pancasila

206

NATUNATERKINI.COM – Wakil Ketua Umum Majelis Pimpinan Nasional Pemuda Pancasila, Bambang Soesatyo, menyatakan akan bersikap tegas terhadap pihak-pihak yang ingin mengganggu kedaulatan NKRI, Pancasila dan Presiden Joko Widodo.

Pemuda Pancasila menggelar Mubes X dengan tema Mengembalikan marwah Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945, sesuai naskah asli yang ditetapkan pada 18 Agustus 1945

“Kami akan menjelma menjadi preman dan buas kembali manakala ada yang mengganggu kedaulatan bangsa, NKRI, Pancasila dan coba-coba mengganggu Presiden Jokowi selaku kepala negara,” kata Bamsoet sapaan akrab Bambang Soesatyo dalam pidato di acara pembukaan Musyawarah Besar X Pemuda Pancasila di Jakarta, Sabtu (26/10), yang dibuka langsung Presiden Jokowi.

Bamsoet mengatakan, saat ini Pemuda Pancasila bukan organisasi premanisme. Pemuda Pancasila, kata dia, merupakan organisasi kemasyarakatan yang mengedepankan pengetahuan.

“Kami bukan lagi organisasi preman biasa, tidak lagi menggunakan golok, tato atau kumis tebal. Kami sekarang lebih mengedepankan otak, pikiran, pengetahuan dan kecerdikan dalam menguasai wilayah,” kata Bamsoet. lansir dari CNN.

Pancasila Abadi

Dalam acara itu, Presiden mengatakan dengan penerapan ideologi Pancasila diharapkan Indonesia mencapai masa keemasannya dengan memiliki kekuatan ekonomi yang besar.

“Indonesia harus menjadi negara maju dan di 2045 saat kita merayakan 100 tahun Indonesia merdeka, kita memiliki potensi besar untuk masuk ke 5 besar negara dengan ekonomi terkuat dunia dengan pendapatan per kapita, ini hitung-hitungan para pakar, itu sekitar Rp320 juta per kapita per tahun,” ungkap Jokowi.

Kendati demikian, untuk mencapainya juga diperlukan kerja keras dan kerja bersama, serta inovasi agar lebih kompetitif di tingkat global.

Kader Pumuda Pancasila Natuna – Kepri

Acara itu juga dihadiri oleh Ketua Umum PP Japto Soerjosoemarno, Wakil Ketua Umum PP sekaligus Ketua MPR RI Bambang Soesatyo, Ketua DPD RI La Nyalla Matalitti, serta Ketua Umum Partai Nasional Demokrat Surya Paloh, dan Ketua Umum Partai Hanura Oesman Sapta Odang.

Jokowi bersama Japto meresmikan pembukaan musyawarah tersebut dan Presiden juga mendapat kartu tanda kehormatan PP.

“Saya ucapkan selamat bermusyawarah dan dengan mengucap Bismillahirahmanirahim musyawarah besar ke-10 Pemuda Pancasila pada pagi hari ini dibuka,” demikian Presiden.

Tampak terlihat Wakil Ketua DPD RI, Mahyudin, Ketua Komite II DPD RI, Yorrys Raweyai, Kasum TNI, Letjen TNI Joni Supriyanto serta mantan Menhan, Ryamizard Ryacudu.

Tampak terlihat Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Natuna. Dibawah komando Fadilah mengenakan Tajah putih ciri Khas Melayu.

Walau mereka Jauh dipulau perbatasan Ujung Utara Indonesia, namun para pemuda ini semangat ikut menghadiri Pembukaan Musyawarah Besar X di Jakarta. Bravo Pemda Pancasila motor pengerak pengamalam Pancasila. (Rk)

BAGIKAN