Buka Rapat Humas Polri 2018, Kapolri: Media rutin diajak berkomunikasi

149

NATUNA TERKINI.com – Jenderal Muhammad Tito Karnavian, buka Rapat Konsolidasi dan Anev Tim Multimedia Humas Polri Tahun 2018, Kapolri mengingatkan jajarannya soal pentingnya media.

“Media harus secara rutin diajak berkomunikasi agar punya pandangan yang sejalan khususnya terkait keamanan negara,” kata Kapolri.

“Lakukan kerja sama baik formal maupun informal di media konvensional,” kata Kapolri Tito Karnavian,kepada seluruh peserta rapat di Rupatama, Mabes Polri, Senin (17/12/2018).

Hal itu disampaikan Kapolri saat membuka Rapat Konsolidasi dan Anev Tim Multimedia Humas Polri Tahun 2018 yang diikuti oleh Kabid Humas serta perwira multimedia dari Polda se-Indonesia. Kapolri mengimbau jajarannya untuk bisa akrab dengan media.

“Ngobrol, diskusi, makan sama-sama atau kegiatan outdoor dengan teman-teman media dilakukan, sehingga terbangun satu kesamaan pandangan jika berbicara kepentingan bangsa dan negara dan stabilitas keamanan. Ini hanya bisa diwujudkan melalui komunikasi,” jelas Kapolri.

Dalam acara ini, Kapolri mengingatkan jajarannya untuk tetap memperhatikan informasi yang disampaikan ke publik lewat media.

Dia berharap pemberitaan di media tidak menimbulkan keresahan.

“Semua media mengejar exclusive news karena dengan exclusive news mendatangkan audience dan rating,” ucap Kapolri.

BACA JUGA…

Basembang Kamtibmas, Kapolda Kepri Andap Budhi revianto Sapa Masyarakat Natuna

“Perlu dilihat juga kalau berita yang dimunculkan oleh teman-teman media atas nama eksklusif, profit dan rating tapi berakibat pada keresahan publik atau provokatif,” imbuh Kapolri.

Kapolri juga berharap para humas di Polri merangkul komunitas citizen journalism yang aktif di media sosial.

Kapolri mengatakan jika media konvensional memiliki struktur kepemimpinan, maka media sosial lebih dinamis karena tak memiliki struktur tersebut.

“Kalau media sosial, setiap orang bisa jadi reporter, koordinator liputan, redaktur, pemred sekaligus pemilik media. Tiap orang yang memiliki akses sosial media, dia menjadi citizen jurnalism,” tutup Jenderal Muhammad Tito Karnavian. (Rky/NT)

BAGIKAN