Among Karunia Ebo: The Power Of Picnic

114

NATUNA TERKINI – Sesungguhnya hidup itu hakikatnya adalah sebuah #perjalanan.Ada istilah hijrah.

Hijrah itu hakikatnya proses perjalanan. Dari keburukan kepada kepada #kebaikan, Tulis Pengusaha Muda Indonesia Among Karunia Ebo, juga Provokator Otak Kanan  ini menulis artikel dengan judul The Power Of Picnic, di media sosial facebook, Minggu (9/12/2018).

Lebih jauh dikatakan Among, Meskipun kemudian hijrah itu bisa dimakna beragam. Ada yang tidak berjilbab lalu berhijab disebut hijrah. Ada yang bisnisnya berhubungan dengan bank kemudian anti bank menyebut diri hijrah. Dan macam-macam lagi.

“Pokoknya yang berhubungan dengan perjalanan kehidupan dengan simpel orang menyebutnya hijrah. Meski sebetulnya juga tidak sesimpel itu dan juga tidak seekstrem itu,”katanya.

Dalam praktek beragama kita pun banyak yang disimbolkan dengan laku perjalanan. Baik dalam makna fisik maupun dalam makna batin. Yang dijelaskan dalam bentuk perjalanan fisik pun sangat banyak sekali.

Ada peristiwa #thawaf dan #sai. Yang hakikatnya juga tentang perjalanan. Yang tidak berjalan mengitari Kabah dan berjalan antara bukit safa dan marwa maka #umrohnya tidak sah.Yang tidak berjalan ke ke Mina dan Arafah maka #hajinya juga tidak sah.

Rasulullah juga pernah hijrah dari Mekah ke Madinah. Sebuah perjalanan untuk menuju kehidupan dan peradaban yang lebih baik. Sebuah perjalanan yang tidak mudah. Sebuah perjalanan yang penih kisah dan makna.

Rasulullah juga pernah menjalankan misi penting #Isra Miraj. Yakni sebuah perjalanan kenabian untuk menerima perintah shalat langsung di sidratul muntaha.

Itu adalah perjalanan panjang Nabi Muhammad, dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa hingga Sidratil Muntaha. Bahkan kalimatnya juga gamblang, telah diperjalankan hamba-Nya!

Di dalam surat Jumat sendiri, ditandaskan bahwa setelah mendengar suara azan, kita disuruh segera salat tapi setelahnya disuruh langsung bertebaran dan berjalan lagi ke seantero bumi untuk mencari fadhilah kehidupan. Fantasiru fil Ardh. QS Aj-Jumat 10.

Saya malah memaknai hijrah itu lebih sederhana lagi. Mirip perjalanan Nabi dari Mekah ke Madinah. Makanya yang sering mengadakan perjalanan atau #piknik sebetulnya sedang berhijrah.

Bukan cuma fisiknya, tapi otak, mental, jiwa dan raganya akan ikut hijrah selama perjalanan itu.

Ya….
Karena hanya dengan sering mengadakan perjalanan, kita menjadi tahu banyak warna kehidupan, nilai kehidupan, ragam kehidupan, wawasan kehidupan, dan ilmu kehidupan. Dari berbagai penjuru bumi.

Betapa banyak ayat-ayat alQuran yang bicara perjalanan. Saya menyebutnya #ayat-ayat traveling. Saya memaknai betapa kedudukan jalan-jalan atau traveling itu sangat penting dalam agama Islam.

Istilah sirru fil ardhi #bertaburan di banyak sekali ayat. Artinya, salah satu perwujudan dari Islam yang kaffah adalah jika menjalankan apa yang diperintahkan Allah dalam alQuran, salah satunya adalah jalan-jalan.

Makanya yang kurang jalan-jalan, kurang piknik, sebetulnya Islamnya kurang kaffah. Belum kemana mana tapi sudah merasa benar sendiri.

Karena fisiknya kurang piknik maka wawasannya pun jadi pendek. Gampang sekali memvonis cara beragama orang sesat dan tidak benar.

Akhirnya menjadi tidak wisdom, kurang bijak, ujungnya tidak bisa berakhlak. Akhlakul karimahnya nggak jalan.

Jadi, sudahkan anda mengagendakan jalan-jalan?

Apa kisah dan makna yang bisa engkau ceritakan dari hasil perjalananmu? Tulis dan bagikan di sini ya agar kita bisa mengambil pelajaran.

Karena perjalanan pasti mendatangkan pelajaran.Ketika kita jalan kita akam bertemu banyak pengetahuan.

Ittoeeeuh!!!

BAGIKAN