Air Bersih Menjadi Usulan Prioritas Utama Kecamatan Bunguran Tengah Natuna

202

NATUNATERKINI.COM, NATUNA – Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2019 masih menjadi usulan prioritas masyarakat Kecamatan Bunguran Tengah, Kabupaten Natuna pada tahun 2020 mendatang.

Usulan itu tertuang dalam Musrenbang yang dilaksanakan pemerintah kecamatan, Selasa (22/1/2019) di Ruang Aula Kantor Camat Bunguran Tengah.

Selain dituangkan dalam rencana pembangunan, Camat Bunguran Tengah Saidir juga meminta dukungan Kepala Desa, BPD, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Lintas Lembaga Kemasyarakatan dan Lembaga Pendidikan dari tingkat menengah atas sampai dengan tingkat PAUD.

Saidir menyampaikan, bahwa pelaksanaan musrenbang ini merupakan agenda tahunan, guna merumuskan bersama masyarakat program-program pembangunan dan kegiatan yang perlu diprioritaskan.

Hal itu dilakukan untuk diusulkan ke pemerintah daerah agar dianggarkan pada 2020 mendatang.

“Kita buat pernyataan sikap melalui absensi dukungan. Ini untuk bukti kepada pemerintah kabupaten, provinsi sampai pemerintah pusat, bahwa air bersih adalah kebutuhan urgent yang harus terealisasi tahun 2020,” kata Saidir pada acara Musrenbang.

Camat Bunguran Tengah Kab Natuna

Saat ini kata Saidir, pipa induk air bersih sudah sampai di kampung Air Kijang, Desa Sungai Ulu, Kecamatan Bunguran Timur. Pipa induk itu berada di perbatasan wilayah antara kampung Air Kijang dengan Desa Harapan Jaya, Kecamatan Bunguran Tengah.

“Artinya tinggal kita siapkan pipa induk di desa Harapan Jaya sampai ke perbatasan Desa Tapau. Sebab di Bendungan Tapau juga sudah ada SPAM. Tinggal kita konek kan saja,” papar Saidir.

Selain pembangunan pipa induk, pemerintah juga perlu membangun bak penampungan air bersih di Desa Air Lengit. Sebab kapasitas bak penampung yang ada saat ini sangat kecil.

“Jadi perlu dibangun bak penampung secara permanen dengan kapasitas besar. Sehingga mampu menyuplai ke tiga desa. Jika suplai dari SPAM Air Lengit, maka air bersih bisa di suplaid ari intek Bukit Berangin, Desa Sungai Ulu. Syaratnya antara pipa induk Air Kijang dengan pipa induk Desa Tapau harus terkonek,” jelasnya.

Selama ini, warga di Kecamatan Bunguran Tengah mendapatkan air bersih dari sumur dan air tadah hujan dan sewaktu-waktu dapat habis.

Kedepan, sambung Saidir, warga tidak lagi kesusahan mendapat air bersih jika sarana prasarana air bersih sudah terpasang sampai kerumah warga.

“Usulan ini tidak cuma sampai di tingkat kabupaten, saya akan coba melobi pihak kementerian terkait agar usulan pembangunan sarana dan prasarana air bersih terdanai tahun 2020,” katanya.

Kepala Desa Harapan Jaya, Evan Sukadir mengatakan, dari tiga desa di Kecamatan Bunguran Tengah, hanya desanya yang belum terpasang pipa air bersih. Sementara dua desa lainnya sudah terpasang namun suplai air bersih belum maksimal.

“Semoga saja usulan ini bisa terealisasi tahun 2020. Kami sangat berharap, warga tidak lagi sulit mendapatkan air bersih. Sebab satu bulan saja gak turun hujan, banyak sumur warga yang kering,” harapnya.

Acara Musrenbang Kecamatan Bunguran Tengah juga dihadiri jajaran Koramil Bunguran Timur dan Polsek Bunguran Timur.(Hds/Rky)

 

BAGIKAN