Sandiaga Uno: Yuk Daftar Sertifikasi CHSE, Gratis Kok Cek Disini !

254
Dalam Satu moment Luhut Binsar Pandjaitan bersama Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno

NATUNATERKINI.COM- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno punya pekerjaan rumah yang tinggi dalam mengembangkan pariwisata serta ekonomi kreatif di tengah-tengah badai pandemi corona (Covid-19).

Menetapkan membangkitkan pariwisata RI Sandi bahan menerapkan Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE).

Sertifikasi CHSE ditujukan bagi pelaku usaha, destinasi dan produk pariwisata untuk memberikan jaminan kepada wisatawan terhadap pelaksanaan kebersihan, kesehatan, keselamatan, dan kelestarian Lingkungan.

Sertifikasi itu menjadi salah satu upaya mengembalikan kepercayaan dan menjamin keselamatan para pemangku kepentingan di industri wisata serta wisatawan.

“Kita harapkan akan melihat akselerasi pemulihan berbagai sector, terutama sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Saya apresiasi sekali tadi diperlihatkan sertifikat CHSE yang sudah didapatkan Hutan Kota Plataran,” ujar Sandiaga dalam Jumpa Pers Akhir Tahun di Hutan Kota Plataran, Senayan, Jakarta,  Selasa pekan lalu.

Sandiaga mengatakan, Aspek kesehatan dan pemulihan harus berjalan seiring agar kita bisa rebound dan awal 2021 adalah momentum pemulihan, karena vaksinasi akan berjalan.

“Saya juga sudah bicara dengan Pak Luhut (Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan) dan Bu Menteri Luar Negeri Retno Marsudi untuk merancang kebangkitan agar tidak perlu menunggu vaksin tuntas, namun dengan pelaksanaan 3M (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) serta CHSE,” ujarnya.

Sandiaga menjelaskan, pelaksanaan 3M dan CHSE sangat mengandalkan kedisiplinan yang dipadukan dengan optimalisasi teknologi digital, seperti yang telah dilakukan dalam platform CHSE.

Pada 2020, Kemenparekraf menargetkan merilis 8.000 sertifikasi yang terbagi atas CHSE untuk destinasi wisata, rumah makan, meeting, incentive, convention, and exhibition (MICE), wisata selam, arung jeram, pondok wisata, hotel, penyelenggaraan kegiatan dan golf.

Aspek kebersihan mengharuskan rutinitas mencuci tangan memakai sabun atau cairan sanitizer, ketersediaan sarana cuci tangan pakai sabun, pembersihan ruang dan barang publik dengan cara dan disinfektan,

cairan pembersih lain yang aman dan sesuai, bebas vektor dan binatang pembawa penyakit, pembersihan dan kelengkapan toilet bersih, serta tempat sampah bersih.

Berikut cara mendaftar sertifikasi CHSE:

1. Mendaftar di laman Kemenparekraf

Untuk mendapatkan Sertifikasi CHSE, para pemilik/pengelola usaha dan destinasi pariwisata yang ingin melakukan penilaian mandiri, dapat melakukan pendaftaran secara daring laman resmi chse.kemenparekraf.go.id, dan mengisi formulir identitas usaha.

2. Penilaian mandiri

Setelah pendaftaran dilakukan dan telah memiliki akun, pelaku usaha dapat melakukan penilaian mandiri, dan mengunduh format surat pernyataan deklarasi mandiri, sebagai pernyataan resmi bahwa penilaian mandiri yang dilakukan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya dan dapat divalidasi secara langsung.

3. Audit oleh lembaga sertifikasi

Setelah Penilaian dan Deklarasi Mandiri dilakukan, selanjutnya dilakukan Proses audit atau penilaian oleh lembaga sertifikasi yang memiliki kompetensi, khususnya di bidang sistem manajemen lingkungan serta kesehatan dan keselamatan kerja.

4. Memperoleh sertifikat I Do Care

Pemilik atau pengelola usaha dan destinasi pariwisata yang lolos audit akan mendapatkan Sertifikat CHSE dari lembaga sertifikasi, dan kemudian akan diberi label I Do Care oleh Kemenparekraf.

5. Gratis

Untuk tahap awal ini, sertifikasi CHSE akan diprioritaskan untuk usaha hotel, restoran dan rumah makan, pondok wisata atau homestay, daya tarik wisata, usaha wisata arung jeram, usaha wisata selam, dan usaha lapangan golf, juga desa wisata. Semua tahapan proses sertifikasi ini dibiayai oleh Kemenparekraf, biaya tidak dibebankan ke pengelola destinasi dan usaha pariwisata alias gratis.

Kampanye Indonesia Care merupakan strategi komunikasi publik untuk menunjukkan komitmen bangsa Indonesia dalam pariwisata.

Indonesia sangat peduli atas kebaikan bersama untuk menjaga kebersihan, higienitas, dan pelayanan tanpa kontak langsung untuk keamanan sesama.

Melalui upaya ini diharapkan sektor parekraf yang sudah dibuka dan yang akan dibuka siap melaksanakan protokol kesehatan dengan baik. Sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa kembali bergerak dan produktif, namun tetap aman dari Covid-19. (Udn)

BAGIKAN