Alhamdulilah, Kini Muslim Dunia Kembali Umrah ke Mekah Pertama Kali Sejak Covid 19

470
Umat Islam tetap menjaga jarak sosial yang aman ketika menjalankan ibadah Umrah di Masjidil Haram pada 1 November 2020.-Reuters

NATUNATERKINI.COM – Umat Muslim dari berbagai negara diperbolehkan masuk ke Masjidil Haram di Mekah untuk pertama kalinya sejak ibadah tersebut dihentikan tujuh bulan lalu akibat pandemi virus corona.

Sejak Minggu (01/11), sekitar 10.000 umat Muslim dari luar negeri diizinkan untuk menjalankan ibadah Umrah.

Muslim tetap menjaga jarak sosial yang aman ketika menjalankan ibadah Umrah di Masjidil Haram pada 1 November 2020.

Ketua Umum Sarikat Penyelenggara Umrah Haji Indonesia (SAPUHI) Syam Resfiadi mengatakan, pemerintah Saudi belum mengeluarkan keterangan resmi apakah Indonesia sebagai nagara yang dibolehkan umroh. Meski demikian, sistem booking visa untuk umroh sudah bisa diakses. 

Berikut tahapan pengajuan visa umroh, seperti disampaikan Syam kutip dari Ihram.co.id.

1. Booking ke provider untuk tanggal yang diinginkan, minimal 50 pax

2. Diinput di sistem sambil melihat kuota (sehari hanya 10 ribu kuota, jadi Indonesia skitar 700-1.000 kuota).

3. Bila masih ada kuota, maka akan ada konfirmasi bookingan.

4. Segera submit dengan input manifest jamaah dalam waktu 24 jam.

5. Input konfirmasi penerbangan dalam 24 jam (sistem Saudia terhubung dengan kementerian haji).

6. Melakukan proses BRN oleh provider (transportasi-hotel).

7. Hotel yang bisa digunakan hanya bintang empat dan lima yang terdaftar, kamar maksimal (double) 

8. Plus pajak 15 persen

Syam mengatakan, jika tahapan semua pengajuan visa sudah sukses, maka menyiapkan hasil PCR test berlaku yang masa berlakunya 72 jam sebelum penerbangan. Syam mengatakan, dibolehkannya mantan wakil presiden Jusuf Kalla (JK) melakukan ibadah umroh bisa diartikan sebagai penghormatan besar kepada Indonesia yang merupakan negara sahabat Arab Saudi. Padahal hingga kini belum ada orang luar Saudi yang dibolehkan menjalankan umroh.

“Itu menunjukkan satu kepercayaan luar biasa kepada negara Indonesia dan tentunya menghormati persahabatan Indonesia dengan kerajaan Arab Saudi,” katanya, Jumat (30/10).

Syam mengatakan, Arab Saudi memang belum memutuskan negara mana yang dibolehkan masuk. Kendati demikian, Syam mengungkapkan asosiasi sudah mendapatkan keterangan terkait aturan atau syarat yang harus dilakukan bagi jamaah yang ingin melaksanakan umroh.

“Asosiasi sudah mendapatkan informasi yang sama dengan para anggotnya atau travel-travel. Informasi itu menjelaskan ada beberapa syarat yang harus dipenuhi apabila ingin umroh November yang akan datang seperti yang sudah diberitakan,” ujarnya. (ron)

Sumber: Ihram.co.id.

BAGIKAN