Nelayan Asal Lingga Tewas diduga Sesak Napas Dari Atas Bagan Apung Natuna

522

NATUNATERKINI.COM, SEDANAU – Matias Mitan (44), nelayan memiliki  KTP alamat jalan sungai Nona RT. 001 RW. 007 Desa Limbung Kecamatan Lingga Utara.

Pria paruh Baya itu tewas diduga sakit kala mencari ikan atas Bagan Apung milik Kirman Alias Along sekitar perairan karang kunyit Pulau Kembang Kelurahan Sedanau Kecamatan Bunguran Barat kabupaten Natuna, Rabu (16/1/2019).

Menurut Informasi diterima Wartakepri.co.id dari Babinsa Kelurahan Sedanau, Sertu LP Manurung dan Babinsa Kopda Smp Sinaga mendapat laporan dari warga, diduga Matias murni meninggal karena Sakit karena tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum.

“Kita dapat laporan hasil keterangan Dokter Puskesmas Sedanau Dr. Wan Ari Afriyadi, diduga almarhum meninggal karena sakit dan tidak ada kekerasan dalam pemeriksaan tubuh korban,” ujar Babinsa Sedanau Sinaga didampingi Polsek Sedanau.

lebih lanjut dikatakan Babinsa Sinaga bersama Sertu Manurung Kepada Media Ini, Awalnya Sakisi Rusli dan Holi berangkat pergi ke Bagan Apung dengan menggunakan kendaraan Pompong Perairan Karang Kunyit Pulau Kembang Kelurahan Sedanau Kecamatan Bunguran Barat Kabupaten Natuna.

Lebih lanjut dikatakan Babinsa, menurut penuturan dua orang saksi melihat langsung kejadian mengatakan, “Ketika kami Naik keatas Bagan untuk mempersiapkan peralatan Bagan, sedangkan almarhum beserta Kirman tetap di Pompong,” ujar Sinaga.

Lebih Lanjut, Sambung Sinaga, Sekira jam 22.00 Wib karena sudah lapar almarhum beserta Kirman naik ke bagan apung untuk makan, berhubung Holi belum siap masak, almarhum dan Kirman baring – baring dikamar bagan dan tertidur.

Antara jam 22.30 wib, Rusli masuk Ke kamar bagan dan melihat almarhum, Kirman, dan Holi sudah tertidur kemudian Rusli kembali keluar dan melihat ikan – ikan yang berada di dalam tangkul Bagan.

Antara jam 00.06 wib hari Rabu tanggal 16 Januari 2019. Rusli masuk ke kamar bagan dan melihat almarhum sedang makan. Kemudian sesudah makan almarhum baring sambil ngobrol dengan Rusli.

Antara jam 02:00 wib almarhum dan Sdr. Rusli tertidur, selang 20 menitan tertidur kemudian terdengar suara desahan seperti orang sesak nafas dari alm Martias, Karena Posisi telungkup seperti orang tidur, Rusli dan  Kirman kembali melanjutkan tidurnya.

Sekitar jam 04.30 wib Kirman, Rusli dan Holi bangun tidur dan langsung melakukan penarikan Tangkul Bagan untuk mengambil hasil tangkapan, karna Kirman mengetahui sebelum pergi ke Bagan, almarhum terlebih dahulu membuat bagan maka Kirman tidak membangunkan almarhum karena kasihan melihat korban kelelahan.

Pada pagi antara jam 06.00 wib, Kirman menyuruh Rusli untuk membangunkan almarhum, setelah 5 menit dibangunkan tetapi tidak bangun dan akhirnya Rusli memegang tangan dan kaki almarhum dan terasa sudah dingin kemudian Rusli memanggil Kirman dan menjelaskan,

“Tangan dan kaki almarhum Matias dingin dan sepertinya Matiyas sudah tidak ada,” ujar Kopda Sinaga dampingi staf Polsek Sedanau  bedasarkan keterangan para saksi.

Kemudian sekitar pukul 06.45 Wib, Kirman menghubungi Atan yang berada di Sedanau untuk melaporkan kepada pihak Polsek Sedanau.

Proses Evakuasi dari atas bagan terlihat dari foto kiriman Polsek setempat dan TNI dibantu sejumlah Warga Mengangkat jenazah dari atas pompong menuju mobil bak terbuka.

Kabar terkini keluarga almarhum menginginkan agar Jenazah dikirimkan ke Batam untuk dikebumikan di Kabupaten Lingga dimana keluarga almarhum Matias berdomisili.

Bagan perahu adalah salah satu jenis alat tangkap ikan yang termasuk dalam klasifikasi jaring angkat dari jenis bagan yang digunakan nelayan untuk menangkap ikan pelagis kecil ke tengah laut.

(Rky/Kepri Media Group)

BAGIKAN