Dinas Pemadam Kebakaran Rangkul Generasi Muda Menjadi Pelopor Penanganan Bencana Natuna

567

NATUNA TERKINI.COM – Meningkatnya intensitas cuaca ekstrim yang melanda Kabupaten Natuna harus diwaspadai.

Karenanya, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kabupaten Natuna menggandeng Pemuda untuk bersama sama meningkatkan sinergitas penanggulangan bencana agar kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana dapat lebih ditingkatkan.

Acara berlangsung di Gedung Srisrindit Natuna, Jumat (21/12/2018).

Sabki Halid Bersama Syawal Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penangulangan Bencana 

Syawal saleh, Kepala Dinas Pemdam Kebakaran dan Penangulan Bencana Kab Natuna mengatakan, Sosialisasi ini agar dapat memberikan pengetahuan dasar untuk Pengurangan Risiko Bencana sebagai bagian dari upaya meminimalisir risiko bencana.

“Kami berharap dengan Forum sosialisasi ini, menjadi wadah koordinasi oleh semua elemen peduli terhadap pengurangan risiko bencana di Kabupaten Natuna. Untuk itu, kami minta bantuan kepada pihak terkait misalnya Polres untuk pengamanan akses jalan ketika ada bencana.”, kata Syawal Saleh.

Menurutnya, program kerja masing-masing elemen dapat mengupayakan indikasi serta mengurangi risiko bencana saat terjadi tentunya dengan terus bersinergi untuk melakukan penanganan yang lebih efektif.

Masih kata Syawal, kegiatan sosialisasi dan pelatihan kepada generasi muda ini bertujuan untuk memberi pemahaman kepada masyarakat dan generasi muda, agar mengerti tentang masalah bencana baik pra bencana tanggap darurat dan pasca bencana sebagai mana di amanat kan dalam UU nomor 24 Tahun 2007.

Syawal berharap dengan adanya banyak desa tangguh bencana yang dibentuk, kepedulian terhadap kondisi alam semakin lebih baik. Sehingga masyarakat dapat melakukan mitigasi di daerah masing-masing.

Dia juga meminta Perangkat Desa dan peran aktif Pemuda untuk ikut bersama sama  menggerakkan kaum generasi muda seperti PMR dan Pramuka untuk terlibat aktif dan menjadi pelopor dalam setiap aktivitas penanganan bencana.

Kearifan lokal dalam penanggulangan bencana harus lebih didorong dan ditanamkan kembali agar nantinya akan lebih banyak masyarakat yang dapat diselamatkan.

“Pengalaman penanganan bencana dengan karakter yang berbeda-beda dan lokalitas kearifan lokal yang berbeda-beda saya minta diceritakan, ditulis, dan di-share agar bisa menjadi tambahan ilmu dalam penanganan bencana,” ujarnya.

Tempat terpisah, Kepala BMKG Ranai, Tri Widiarto memaparkan mengenai bulan-bulan yang berpotensi terjadi bencana di wilayah Kabupaten Natuna.

“Menurut hasil pendataan BMKG Ranai dari tahun 1997 s/d 2017 , data curah hujan yaitu melanda pada bulan Mei, Juni, Oktober, November, dan Desember. Sedangkan pada bulan Februari, Maret, dan April diwaspadai terjadinya kebakaran lahan karena curah hujannya cendrung sedikit. Puncak tertinggi curah hujan di Wilayah Natuna yaitu pada bulan November dan Desember.” jelas Tri.

Hadir dalam kegiatan tersebut, Hefi apriyadi, Sabki,Laode Hardin, Kasi Kedaruratan, bidang kedaruratan dan logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Riau.

Perwakilan kecamatan dan kelurahan, masyarakat, serta generasi muda.Kemudian, dari KNPI, PMI dan TAGANA kabupaten Natuna.(Rky)

BAGIKAN