Komisi VI DPR RI : 10 BUMN dengan Utang Terbesar Era Pemerintah Sekarang, Ini Klarifikasi Kementerian BUMN

268

Natuna Terkini – Komisi VI DPR RI kemarin (3/12) menggelar rapat dengar pendapat (RDP) dengan direksi badan usaha milik negara (BUMN). Rapat membahas soal utang milik perusahaan pelat merah.

Berdasarkan informasi yang dipaparkan dalam RDP di Kompleks DPR RI, Jakarta, Senin (3/12/2018) itu, ada 10 BUMN dengan utang terbesar, mulai dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) hingga Pupuk Indonesia.

Dalam paparan tersebut dijelaskan total utang seluruh BUMN per September 2018 adalah Rp 5.271 triliun, di mana 10 BUMN menyumbang Rp 4.478 triliun atau 84,9%. Sementara utang dari BUMN lain adalah Rp 793 triliun.

Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius Kiik Rooppa 

Namun, Kementerian BUMN mengklarifikasi data tersebut. Deputi Bidang Restrukturisasi Kementerian BUMN Aloysius Kiik Ro menjelaskan, sebenarnya utang 10 BUMN tersebut secara riil hanya Rp 1.731 triliun.

“Total liabilitas kita di 10 besar itu kalau saya jumlah Rp 4.478 triliun. Tapi ada 4 bank dan 1 asuransi. Yang benar benar utang Rp 1.731 triliun,” katanya dalam konferensi pers di Kementerian BUMN, Jakarta Pusat, Selasa (4/12/2018).

Angka Rp 1.731 triliun didapatkan setelah dikurangi dana pihak ketiga (DPK), cadangan, dan utang usaha. Sementara yang dihitung hanya utang berbunga.

Berikut adalah rincian 10 BUMN dengan utang terbesar jika yang dihitung hanya utang riil:

1. BRI memiliki utang Rp 135 triliun
2. Bank Mandiri memiliki utang Rp 166 triliun
3. BNI memiliki utang Rp 111 triliun
4. PLN memiliki utang Rp 543 triliun
5. Pertamina memiliki utang Rp 522 triliun
6. BTN memiliki utang Rp 54 triliun
7. Taspen memiliki utang Rp 2 triliun
8. Waskita Karya memiliki utang Rp 102 triliun
9. Telekomunikasi Indonesia memiliki utang Rp 47 triliun
10. Pupuk Indonesia memiliki utang Rp 49 triliun

“Dari 10 besar yang benar benar utang Rp 1.731 triliun. Sisanya DPK, cadangan premi (asuransi) dan utang lain lain,” jelasnya.

Baca juga: Ini Cara Pemerintah Jaga Utang BUMN Tetap Aman

Menurutnya, Kementerian BUMN mendorong perusahaan milik negara terus berinovasi mencari pendanaan. BUMN diminta untuk tidak terpaku pada pendanaan konvensional yang bersifat utang, misalnya utang perbankan.

“Namun juga yang sifatnya kuasi ekuitas, sehingga selain mendapatkan dana segar sekaligus dapat memperkuat struktur permodalan dan neraca BUMN,” kata dia.

Beberapa BUMN di antaranya juga telah menerbitkan surat utang melalui pasar modal dalam bentuk instrumen Medium Term Notes(MTN), obligasi domestik, maupun global bonds. Dengan demikian, BUMN-BUMN tersebut bisa menjaga kondisi keuangannya.(*)

Sumber Detik.com

BAGIKAN