Mantap Sinyal Komunikasi, Natuna Terkini Jadi Oky

575

NATUNA TERKINI – Memanfaatkan dua hari terakhir perjalanan di Kabupaten Natuna dengan berkeliling Pulau Bunguran. Tim Mentro TV, penasaran dengan cerita masyarakat di serambi terdepan Indonesia ini soal telekomunikasi semakin Lawa, (bagus).

Kami berputar-putar Kota Ranai, Ibu Kota Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau. Kami melihat sejumlah remaja berseragam putih abu-abu tengah duduk-duduk di depan Network Operation Center (NOC) Palapa Ring Barat.

Video Metro TV

Usut punya usut, mereka memanfaatkan internet gratis yang dipasang BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika). WiFi gratis ini merupakan bagian dari janji hadirnya internet cepat bernama BAKTI Akses Internet untuk wilayah 3T (terluar, terdepan, tertinggal).

Program Penyediaan Jasa Akses Internet yang dilaksanakan BAKTI berkapasitas bandwidth minimal dua megabite per detik (Mbps). Palapa Ring Barat telah 100 persen dipasang hingga Natuna.

Kami pun menghampiri mereka. “Saya sering ke sini untuk membuat tugas dari sekolah,” kata Doni Setiawan, siswa SMA Negeri 2 Bunguran Timur, kepada Medcom.id.

Ardiansyah, rekan satu sekolah Doni, mengakui dia juga sering datang ke NOC Palapa Ring Barat di Ranai ini.

Selain memiliki kecepatan hingga 20 Mbps, WiFi yang menjadi salah program BAKTI Akses Internet ini dapat diakses secara gratis.

“Selain hemat paket data, enggak perlu keluar uang banyak beli pulsa,” kata Ardiansyah.

Puas berbincang dengan kedua siswa tersebut, tim kami melanjutkan perjalanan menuju pasar di Ranai.

Kami ingin membuktikan ucapan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Natuna Raja Darmika yang menyebut pedagang mulai memanfaatkan sosial media untuk berjualan.

Setibanya di pasar, kami langsung mendatangi pedagang ikan, komoditas unggulan Natuna. Hasan, salah seorang pedagang yang kami temui, mengaku mulai merasakan manfaat sinyal telepon dan internet yang terus membaik.

Dahulu, telekomunikasi di Natuna merupakan sebuah kemewahan.

“Kalau dahulu kita mau pakai internet, mau ngebel (telepon) harus naik pohon atau mendaki bukit,” katanya. Dia memanfaatkan internet untuk mengecek stok ikan, baik lewat aplikasi pesan singkat maupun media sosial. “Kita tanya stok kepada kawan kita yang ada di Batam atau Pontianak,” kata dia.(*)

Sumber : MetroTV

BAGIKAN